Beranda Edukasi WISUDA SMK 3 PERCIK : Tuntutan Kualifikasi Lulusan Produk Era Pandemi

WISUDA SMK 3 PERCIK : Tuntutan Kualifikasi Lulusan Produk Era Pandemi

3695
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Menjadi hal yang cukup dilematis ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa Juli 2021 sekolah harus memulai pembelajaran tatap muka. Tak kurang Presiden Jokowi pun memberi arahan terkait teknis pembelajaran tatap muka dimaksud, agar semua dapat dijalankan dengan aman dan nyaman. Hal ini disebabkan karena urusan penanganan penyebaran wabah pandemic belum juga usai, di sisi lain proses akademis tetap harus berjalan dengan baik, demi keterjaminan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi tantangan jaman. Menyimak proses pembeajaran online yang telah berjalan lebih dari 1 (satu) tahun, cukup terasa dampaknya terhadap hasil maupun proses pendidikan.

Aktifitas pembelajaran yang sifatnya pendalaman wawasan maupun pengetahuan relatif masih bisa tertangani karena hanya memerlukan proses adaptasi dengan perubahan peradaban tata cara mengajar (termasuk mempersiapkan bahan maupun metode) yang dilakukan oleh guru, sementara hal ini juga menuntut proses pendewasaan para siswa yang terbiasa belajar di kelas dengan pengawasan secara langsung dan kali ini harus belajar di rumah masing-masing dengan cara yang berbeda pula. Kendala pembelajaran online juga dialami para siswa TK maupun SD kelas rendah, karena hal ini melibatkan peran teknologi meski sebatas penggunaan gadget.

Berbeda halnya dengan pelajaran-pelajaran praktek yang tidak bisa dikalkulasi secara matematis. Sebagai contoh seorang siswa program studi otomotif yang melakukan praktek bongkar pasang mesin. Tutorial bongkar pasang mesin tidak menjamin apa yang telah dirakit para siswa setelah mesin “dipreteli” lalu dipasang kembali bisa membuat mesin serta merta hidup. Hal-hal seperti ini perlu sentuhan khusus, pun pelajaran praktek lainnya.

Dalam hal ini diperlukan strategi khusus agar pembelajaran dapat berjalan dengan hasil yang optimal. Seperti yang dilakukan SMK 3 Perguruan “Cikini” (Percik) adalah bagaimana mengatur siasat pembelajaran praktek, di antaranya adalah memaksimalkan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diyakini bisa meminimalisir gap antara target yang telah ditentukan dengan hasil belajar siswa. PKL yang dilaksanakan dengan intens bukan sekadar membantu penerapan pengetahuan ke dalam tataran praktek lapangan, namun lebih dari itu PKL juga berperan besar dalam mendekatkan kemampuan siswa dengan kebutuhan dunia industri, hal mana PKL mengharuskan siswa bersentuhan langsung dengan perkembangan yang terjadi dalam dunia usaha dunia industri. Hasilnya cukup menggembirakan, sebagaimana dialami oleh para lulusan SMK 3 Percik Tahun Ajaran 2020/ 2021, yang sebagian sudah diterima di perguruan tinggi negeri sementara siswa yang lain siap segera memasuki dunia kerja.

Prosesi Wisuda Angkatan ke VII SMK 3 Percik yang diselenggarakan pada 19 Juni 2021, telah menamatkan 369 siswa dari 5 (lima) Program Studi yaitu Farmasi 71 siswa, Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif 60 siswa, Teknik Komputer Jaringan 100 siswa, Multi Media 103 siswa dan Otomasi Tata Kelola Perkantoran 35 siswa. Prosesi Wisuda yang dihadiri oleh para perwakilan siswa tersebut berjalan dengan lancar dan khidmad, meski tentu saja tidak semeriah wisuda terdahulu yang menghadirkan seluruh lulusan. Praktis 2 prosesi wisuda terakhir, Angkatan 2019/ 2020 dan 2020/ 2021 berjalan dengan sangat hati-hati, karena masih dalam posisi ekstra hati-hati dalam menyikapi serta mengerem penyebaran wabah covid 19. Namun demikian kami tetap sangat menjaga kualitas lulusan para siswa, demikian Gito Suroso, M.Si, Kepala SMK 3 Percik. Prosesi Wisuda juga memberikan penghargaan serta hadiah khusus kepada para Juara dari kelima program studi masing-masing tabanas senilai Rp 1.250.000; untuk Juara I, Rp 1.000.000: untuk Juara II dan Rp 750.000; untuk Juara III. Lain dari itu prosesi wisuda juga menyertakan acara Sumpah Jabatan bagi para lulusan Program Studi Farmasi yang segera menjadi Assisten Apoteker. Sumpah Jabatan dipimpin oleh pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing.

Saat ini SMK 3 Percik mendapatkan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat wilayah Jakarta Selatan dan Depok. Hal ini ditunjukkan dengan animo masyarakat. Tahun ke 9 (sembilan) ini, sekolah yang berada di wilayah Srengseng Sawah tersebut memiliki siswa sebanyak 1.143 (Seribu Seratus Empat Puluh Tiga) yang terbagi ke dalam 5 (lima) program studi di atas. Lebih dari itu kini kelima prodi dimaksud juga telah memiliki sertifikat Lembaga Sertifikasi Profesi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional. Ini tentu merupakan reputasi sendiri karena para siswa yang lulus dari sekolah ini akan memperoleh sertifikat kompetensi yang sangat bermanfaat dalam memasuki dunia kerja maupun mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY