Beranda Edukasi Wawancara Eksklusif Bersama Tori Netanya Bramintasandhini Wirja – Alumni SMM Percik...

Wawancara Eksklusif Bersama Tori Netanya Bramintasandhini Wirja – Alumni SMM Percik yang berhasil Lulus UGM dengan Predikat Cumlaude

243
0
BERBAGI
Pasca Wisuda UGM.. Lulus Cumlaude

Lulusan SMM berprestasi dalam bidang musik? Biasa saja…. Bagaimana kalau memiliki prestasi yang handal dan layak dibanggakan dalam bidang akademik lainnya? Ini baru ok.. Untuk kesekian kalinya SMK Musik, biasa juga disebut Sekolah Menengah Musik (SMM) Perguruan “Cikini” menunjukkan prestasi gemilangnya. Prestasi akademik nyaris setiap tahun ditunjukkan dengan perolehan nilai UAN yang berada pada kisaran 5 besar untuk Jakarta Selatan, beberapa kali di antaranya ranking tertinggi serta 10 besar untuk DKI Jakarta. Prestasi ini sekaligus menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara musik dengan kecerdasan. Sementara kalangan yang kurang memahami permasalahan, mungkin menganggap bahwa musik hanyalah sekadar hiburan atau suka ria dengan bebunyian semata. Padahal tidak demikian, pembelajaran musik yang baik dan benar sungguh memerlukan kecerdasan dan daya analisis yang baik. Artinya musik itu sendiri berperan signifikan dalam melatih kecerdasan, juga ranah2 kehidupan lainnya seperti ketekunan, ketertiban maupun kedisiplinan. Berikut  adalah kutipan wawancara eksklusif dengan menghadirkan Tori Netanya Bramintasandhini Wirja, biasa dipanggil Anya, alumni SMM Percik yang baru saja menamatkan pendidikan S1 Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan predikat Cumlaude. Rubrik ini sekali lagi membuktikan bahwa SMM Percik bukan hanya berprestasi dalam bidang musik, namun juga berprestasi dalam bidang akademik lainnya.

Memimpin Paduan Suara UGM dalam acara Dies Natalis

O :       Selamat ya Anya, Anda telah membawa nama harum Percik, khususnya Unit
SMK Musik. Boleh diceritakan latar belakang memilih Jurusan Psikologi?

A :       Terima kasih! Ketika bersekolah di SMM Percik saya menyadari bahwa saya lebih tertarik dengan dunia pendidikan dibanding penyajian musik. Saya ingin memahami metode mengajar musik yang baik, dan ingin tahu penyebab perbedaan cara, waktu dan kemampuan berlatih musik siswa. Belajar musik merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab tinggi. Proses ini tidak jarang membuat pelajar musik merasa tertekan, bahkan pupus di tengah jalan. Hal ini mengantar minat saya untuk memahami pendidikan musik dari kacamata lain, yaitu psikologi. Saya tertarik mempelajari cara menerapkan pendidikan musik yang efektif dengan tetap memperhatikan kesejahteraan mental siswa.

O :       Berapa lama Anda menyelesaikan perkuliahan? Kendala apa saja yang Anda rasakan?

A :       Tepat 4 tahun. Di awal perkuliahan proses adaptasinya tidak mudah karena masih terbiasa dengan pola belajar sekolah kejuruan yang seimbang antara teori dan praktik. Sementara di jenjang sarjana (non-vokasi) dituntut tinggi pada sisi teoritis, sehingga awalnya saya takut tertinggal dan saya juga merasa kehilangan sisi praktik untuk memahami dan menerapkan ilmu yang dipelajari di perkuliahan. Saya mengatasi hal ini dengan terlibat aktif dalam organisasi mahasiswa dan komunitas yang sesuai jurusan keilmuan saya untuk mendapatkan sisi praktik dari ilmu psikologi.

Mengikuti Heritage Jazz Festival Candi Prambanan.. Tetap bermusik tetap berprestasi

O :       Apakah selama mengikuti aktivitas sebagai mahasiswa, Anda tetap aktif bermusik?

A :       Tentu saja, selama kuliah saya melanjutkan kursus piano dengan salah satu dosen piano UNY. Saya juga aktif sebagai penyanyi, pianis, pelatih sekaligus conductor di Paduan Suara Mahasiswa UGM, Cantabile Chorale, Verbabona Choir dan beberapa paduan suara tingkat Fakultas di UGM. Beberapa kali saya juga terlibat sebagai arranger untuk konser maupun pelayanan di acara keagamaan dan sebagai juri untuk beberapa lomba.

O :       Konon selama mengikuti perkuliahan Anda tidak “kutu buku” amat.. Anda lebih senang mengikuti semuanya secara natural saja. Lalu bagaimana Anda dapat menyerap materi perkuliahan dengan maksimal, sekaligus menyelesaikan tugas-tugas?

A :       Kuncinya sederhana, yaitu tanggung jawab dan manajemen waktu. Dengan berbagai organisasi dan kegiatan bermusik di luar perkuliahan, saya harus mampu menetapkan skala prioritas dan bekerja keras memenuhi apa yang telah saya rencanakan. Tentu tidak semua hal bisa dikerjakan bersamaan, ada kalanya kegiatan yang tidak menjadi prioritas harus dikorbankan, atau tenaga dan pikiran harus dikerahkan ekstra. Namun yang tidak kalah penting adalah menikmati setiap prosesnya. Pengalaman di SMM Percik membantu saya memaknai bahwa proses belajar di kelas dan di luar kelas sama pentingnya.

O :       Adakah sesuatu yang dapat Anda petik sebagai bekal dari proses pembelajaran di SMM Percik terdahulu, khususnya tatkala harus hidup mandiri dan jauh dari orangtua dan keluarga?

A :       Pengalaman boarding school menyiapkan saya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab. Di luar jadwal sekolah, kami harus mampu mengatur waktu untuk berlatih instrumen mayor, minor, latihan konser, lomba dan job, mengerjakan tugas, aransemen, serta kegiatan asrama lainnya. Proses adaptasi saat harus tinggal dan hidup dengan teman baru juga menjadi bekal berharga untuk tahap kehidupan selanjutnya.

O :       Konon Anda kini sudah mulai bekerja?

A :       Ya, saya baru mulai bekerja di bagian people & culture salah satu perusahaan teknologi (tech hub).

O :       Apakah berminat melanjutkan pendidikan ke Program Pascasarjana? Akan kembali ke musik atau mendalami psikologi sebagai pendalaman disiplin ilmu?

A :       Saya berminat, namun masih mempertimbangkan jurusan yang cocok. Penelitian skripsi saya mempelajari motivasi, regulasi diri dan kebahagiaan pelajar musik. Saya ingin melanjutkan studi di mana saya dapat memahami lebih dalam aspek perilaku dan proses mental dibalik pendidikan musik. Namun, saya belum menutup kemungkinan untuk mendalami salah satu penjurusan profesi psikologi (klinis, pendidikan atau industri organisasi).

O :       Ada pesan2 khusus untuk Adik2 kelas di SMM Percik?

A :       Terus semangat dan nikmati setiap proses yang sedang teman-teman jalankan. Jangan berhenti berlatih, jangan berhenti mencari ilmu, jangan berhenti mengembangkan sayap ke tempat baru. Kemanapun kalian melangkah, masa-masa sebagai siswa SMM Percik akan menjadi halaman indah dan penuh pelajaran berharga yang tak tergantikan di hati.

O :       Ok terima kasih Anya, sukses selalu buat kamu ya..

A :       Terima kasih, sukses juga buat Perguruan “Cikini”, almamater tercinta.

LEAVE A REPLY