Beranda Headline Warga Keluhkan Serbuk Kayu PT. Sampoerna Kayu, Buat Sesak Nafas

Warga Keluhkan Serbuk Kayu PT. Sampoerna Kayu, Buat Sesak Nafas

73
0
BERBAGI

Oase,Ternate–Akhir-akhir ini warga masyarakat di dua desa yang berkedudukan di Kecamatan Mangoli Utara menghirup udara yang kurang mengenakkan.

Pasalnya, serbuk kayu yang diduga bersumber dari PT. Mangole Timber Producers dan atau PT. Sampoerna Kayoe yang sudah memulai proses produksi Woodpellet dan Playwood dikeluhkan oleh warga yang bermukim di Desa Falabisahaya dan Desa Rawa Mangole.

Jamal dan istrinya saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa sudah dua pekan mereka sesak nafas karena pengaruh serbuk kayu.

“Saya sudah hampir dua pekan ini, saya batuk-batuk dan flu. Istri saya juga sudah mulai merasakan sesak nafas.” Terang Jamal. (17/11/2023)

“Perusahaan tolong di atur sebagaimana mestinya sesuai Undang-Undang atau aturan tentang lingkungan agar serbuk kayu tidak sampai terbang keluar masuk ke rumah warga apalagi sampai berdampak buruk bagi kesehatan kami.” Pinta Jamal.

Dikutip dari Malutcenter.com, awak media mendapati Pemerintah Kecamatan Mangole Utara yang dikepalai Lutfi K. Umafagur dan Pemerintah Desa Falabisahaya yang dikepalai Sedek Marasabessy dan Penjabat Kepala Desa Rawa Mangole, Faisal Serang terkesan diam alias tidak begitu peduli atas udara yang mulai tercemar serbuk kayu yang diduga kuat berasal dari Produksi PT. Mangole Timber Producers dan atau PT. Sampoerna Kayoe.

Terpisah seorang warga desa Falabisahaya mengatakan bahwa sampai sekarang mereka belum mendengar respon dari Pemerintah Kecamatan Mangoli Utara terkait dengan kondisi udara ini.

“Sampai detik ini katong (kami) belum mendengar tanggapan dari Pemerintah Kecamatan Mangole Utara, Pemerintah Desa Falabisahaya, Pemerintah Desa Rawa Mangole, dan BPD Falabisahaya terkait udara yang mulai memburuk yang berdampak ke kesehatan warga.”

“Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa sebenarnya sudah mengetahui masalah debu serbuk kayu yang mulai mencemari udara, tapi mereka pura-pura tidak tahu.” Lanjut kayu yang ingin namanya disamarkan.

Sampai berita ini ditayangkan, Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Sula (DLH KEPSUL), Pemerintah Kecamatan Mangole Utara, dan PT. MTP dan PT. Sampoerna Kayoe belum memberi komentar tentang debu serbuk kayu yang mulai merajalela ke pemukiman warga. (**)

LEAVE A REPLY