Beranda Edukasi Training Probem Solving: No Problem Is Big Problem

Training Probem Solving: No Problem Is Big Problem

68
0
BERBAGI

Ada perbedaaan besar antara tidak ada masalah dengan tidak merasakan adanya masalah. Mereka yang terbiasa hidup dengan masalah, atau tidak merasakan langsung akibat adanya masalah, terlebih yang tidak merasa dirugikan dengan munculnya masalah, selalu berkata “No Problem”. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengenali masalah. Agadium “No Problem” umumnya disebabkan oleh tidak adanya plan (rencana) atas sebuah aktifitas. Atau kalaupun ada rencana tetapi tidak ada target, sebuah aktifitas berjalan sebatas menunaikan kewajiban, sehingga mentolerir terjadinya masalah. Pada dasarnya, masalah itu sendiri muncul ketika kenyataan tidak sama dengan apa yang diharapkan (target). Demikian Yohanes Budi Purwanto, membuka sesi Training Problem Solving dan Pengambilan Keputusan kepada para manager dan supervisor di lingkungan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Perguruan “Cikini” (Percik) pada Kamis, 25 Maret 2021.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian kerjasama Percik dengan HumanPlus Institute. Beberapa illustrasi kegiatan unit-unit Percik kiranya menjadi sample yang cukup tepat dalam mengungkap permasalahan yang ada seperti halnya kegiatan rutin ataupun penerimaan siswa baru. Mengapa demikian, karena pada dasarnya kita tidak dapat melakukan evaluasi atas segala sesuatu yang tidak terukur. Dalam konteks inilah sebuah kegiatan hendaknya memiliki rencana dan target yang jelas. Menjadi sangat menarik manakala terjadi diskusi dua arah antara peserta dan pembicara  yang menghasilkan konklusi dalam membaca masalah. Salah  satunya adalah bagaimana menganalisis sebuah kasus, apakah kasus tersebut merupakan “sebab” atau “akibat” dalam sebuah proses kegiatan. Maka dengan demikian tidak akan ada lagi pembicaraan mana terlebih dulu ayam atau telur. Sebagai contoh sebuah pendapat menyatakan karena gaji/ upah yang rendah menyebabkan karyawan tidak antusias dalam bekerja, padahal ketika menyatakan siap bekerja pada perusahaan tersebut karyawan sudah mengetahui perihal gaji/ upah dimaksud. Sementara pendapat lainnya menyatakan jika karyawan bekerja dengan antusias, maka perusahaan akan menjadi maju. Kemajuan perusahaan akan berimbas positif terhadap pendapatan dan pada akhirnya akan mampu menaikkan kesejahteraan karyawan, demikian dan seterusnya.

Acara yang berlangsung di Kampus SMA/ SMM Percik Durentiga ini selain dihadiri oleh Manager yaitu Direktur dan Wakil Direktur Dikdasmen, Kepala Sekolah serta Wakil Kepala Sekolah Unit TK, SD, SMP, SMA 1, SMA 2, SMK 1, SMK 2 dan SMK 3 Percik juga dihadiri oleh Para Supervisor yaitu Kepala Urusan, Kepala Tata Usaha serta para Leader Changes dari seluruh unit.

Lebih lanjut Yohanes menyampaikan cara mengatasi masalah yang efektif adalah dengan mendefinisikan masalah, susun alternatif solusi, analisis konsekuensi dari setiap solusi, tentukan alternatif yang terbaik, eksekusi dan lakukan evaluasi, jadikan solusi yang terbaik sebagai standar.

Hal lain yang cukup penting adalah mendalami persoalan mendasar dengan 5 why’s, yaitu dalam setiap kasus tanyakan “mengapa” sampai 5 kali sehingga menemukan jawaban yang paling mendasar atas terjadinya kasus tersebut. Dengan demikian bisa dipastikan akan menemukan solusi yang paling tepat dalam mengatasi tersebut.

LEAVE A REPLY