Beranda Edukasi SMP Percik: Pembinaan Soft Skill dalam System Terbarukan

SMP Percik: Pembinaan Soft Skill dalam System Terbarukan

3825
0
BERBAGI
upacara bendera
upacara bendera

Oasenews.com – Pandemi Covid 19 diikuti dengan mewabahnya penyakit corona telah menambah permasalahan dalam dunia pendidikan. Seluruh lini kegiatan terganggu secara total, mulai dari sisi teknis pelaksanaan pendidikan sampai sisi pendukung lainnya utamanya finansial dengan segala efek dominonya. Seluruh lapisan pelaksana pendidikan benar-benar terganggu, tidak terkecuali pelaksana pendidikan milik pemerintah. Bagi sekolah swasta, kondisi ini menambah beban yang signifikan, di antara perjuangan beratnya dalam bersaing dengan sekolah negeri yang kini memiliki tampilan fisik megah dan indah disertai fasilitas yang memadai, plus bebas biaya sekolah.

Tentunya hal ini tidak bisa hanya sekadar diratapi. Perlu kreatifitas dan inovasi yang maksimal adar sekolah-sekolah swasta bisa survive atau berkembang menjadi lebih baik lagi. SMP Perguruan “Cikini” (Percik) menyadari benar fenomena ini. Setelah dua tahun berturut-turut sekolah yang berada di kawasan Menteng ini agak kesulitan mendapatkan siswa baru, kini berupaya keras menghadirkan berbagai inovasi menarik yang akan mengantarkan para siswa menjadi lulusan handal dengan moral yang baik. Perlu berbagai sentuhan yang mendalam agar selain mendapatkan kenyamanan belajar, para siswa juga memiliki pembekalan yang memadai jika kelak menamatkan pendidikan dari sekolah ini.

interior kelas yang teduh dan indah

Menghadapi Tahun Ajaran 2020/ 2021, Percik tengah mempersiapkan materi pembelajaran soft skill. Tujuan utamanya adalah pembentukan mental para siswa agar memiliki tata nilai moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kami mempersiapkan waktu khusus untuk materi ini, disamping muatan pelajaran mandatory pemerintahan sebagaimana selama ini berlangsung. Kami benar-benar melakukan pendalaman agar seluruh siswa menyadari pentingnya bersikap yang benar dalam kehidupan bermasyarakat, demikian papar Susiyanto, Kepala SMP Percik. Materi pembelajaran soft skill bertumpu pada konten sikap berkehidupan sehari-hari seperti kejujuran, kerjasama, saling menghormati, saling bantu membantu, sikap santun kepada yang lebih tua dan lain-lain. Penyampaian materi akan dilakukan dengan metode yang menarik didukung media pembelajaran yang memadai. Seringkali kita mengabaikan pembinaan sikap hidup yang memadai kepada para siswa, cenderung mengandalkan konten ini dari mata pelajaran agama saja, padahal tidak demikian. Sikap hidup yang baik akan menentukan masa depan siswa. Mereka yang cerdas/  pandai sekalipun tidak serta merta dijamin sukses dalam kehidupannya tanpa didukung sikap yang baik. Banyak sekali orang cerdas, pandai dan banyak ilmu pengetahuan namun tidak memiliki sikap yang tepat, adakalanya berlaku sombong dan tinggi hati, ada pula yang sampai hati menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan kepandaian untuk mengganggu sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dalam waktu ke depan tidak menutup kemungkinan materi pelajaran akan ditingkatkan ke dalam ilmu filsafat, meski dalam tingkat yang sedehana.

galery di sepanjang serambi, menampilkan karya para siswa

Program lain yang akan diberikan kepada para siswa adalah Bela Negara. Ini sangat penting untuk memberikan wawasan kebangsaan yang memadai, sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Generasi muda perlu mendapat pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan sebagai sesama anak bangsa, jangan mudah terpecah belah hanya karena provokasi pihak tertentu.

Lebih dari itu untuk menjaga kenyamanan belajar, SMP Percik juga tengah mempersiapkan kondisi lingkungan yang membuat siswa nyaman belajar. Interior maupun eksterior kelas ditata sedemikian rupa dengan sentuhan yang teduh dan menarik. Terkait core proses pendidikan, SMP Percik melakukan kerjasama dengan PT Extramarks Education Indonesia dengan mempersiapkan aplikasi  software yang menata materi pelajaran, mulai dari Kompetensi Inti sampai dengan Kompetensi Dasar lengkap dengan bahan-bahan pendukung yang disajikan dengan menarik, dilengkapi pula kepemilikan akun antara anak, orangtua dan guru sehingga para orangtua siswa dengan leluasa bisa memantau keberadaan putra putrinya. Itulah yang disebut Pedagogi dalam arti sesungguhnya, di mana proses pendidikan masih harus melibatkan orangtua siswa, berbeda dengan andragogy di mana dalam proses pendidikan mahasiswa tidak harus menyertakan orangtua siswa.

LEAVE A REPLY