Beranda Edukasi SMP Percik: Digitalisasi Manajemen dan Proses Pendidikan

SMP Percik: Digitalisasi Manajemen dan Proses Pendidikan

3801
0
BERBAGI

Oasenews.com – Era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah peradaban serta paradigma berpikir manusia. Segala sesuatu yang semula tidak mungkin dilaksanakan, kini kesemuanya menjadi sebuah keniscayaan. Dampak kemajuan teknologi merambah dalam berbagai lini kehidupan mulai dari dunia kedokteran, komunikasi, transportasi, hiburan, industri dan lain-lain tidak terkecuali dunia pendidikan. Kini bahkan teknologi pendidikan sudah menjadi disiplin ilmu baru dalam dunia pendidikan itu sendiri.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seiring pula dengan perkembangan cara
berpikir maupun bersikap sebagai dampak yang tidak bisa dielakkan. Dalam kurun lebih
satu bulan belakangan, berbagai bentuk meeting on line sudah menjadi kelaziman,
bahkan menjadi habit baru, terlebih situasi penyebaran wabah covid 19 memicu kondisi
serta situasi tersebut. Ini hanyalah contoh kecil saja. Kecanggihan teknologi juga
merambah cepat dalam dunia pendidikan, apakah itu meliputi pengembangan konten
dengan segala kreatifitasnya, pun dalam hal penataan sistem, penyampaian
komunikasi dan juga hal-hal lain yang relevan. Kecanggihan teknologi mengharuskan
masyarakat cepat tanggap serta meresponsnya, siapa tak mampu mengikuti
perkembangan akan tertinggal dan tak akan bisa beradaptasi dengan lingkungan
pergaulan profesional dalam bidang apapun.

SMP Perguruan “Cikini” (Percik) menyadari benar akan berbagai tuntutan untuk
mengikuti perkembangan teknologi dalam proses managemen dan pembelajarannya.
Memasuki Tahun Ajaran 2020/ 2021 sekolah yang berada di kawasan Jalan Cikini Raya
ini akan menerapkan digitalisasi managemen dan proses pembelajaran. Sistem ini akan
menjamin ketransparanan bagi seluruh stake holder, khususnya para orangtua siswa
guna memonitor perkembangan kemampuan siswa dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran. Digitalisasi proses pendidikan terdiri atas 3 (tiga) langkah yaitu Pra
Pembelajaran, Proses Pembelajaran serta Pasca Pembelajaran. Dalam Pra
Pembelajaran para siswa akan mengikuti kontrak pembelajaran, yaitu pemahaman
terkait materi serta target pembelajaran yang akan dicapai, baik materi dalam setiap
pertemuan maupun materi dalam satu semester. Agar menjadi pemahaman bersama
kontrak pembelajaran juga melibatkan orangtua siswa. Selanjutnya proses
pembelajaran akan diakhiri dengan evaluasi. Nilai dari hasil belajar akan langsung
dikirim kepada para orangtua siswa untuk mendapatkan tanda tangan elektronik.
Artinya saat itu juga orangtua siswa mengetahui batasan materi pokok bahasan yang
telah dipelajari masing-masing siswa. Sedang pasca pembelajaran adalah proses
remedial bagi para siswa yang belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal),
sedang bagi yang sudah memperoleh nilai sesuai dengan standar KKM akan
mendapatkan menu komplementer berupa pendalaman materi. Proses pembelajaran
dilakukan dengan paperless sehingga berjalan efektif.
Proses digitalisasi juga berlaku untuk hal-hal administratif seperti presensi kehadiran
siswa dan juga pembayaran uang sekolah sehingga para orangtua siswa bisa
memonitor seluruh kondisi kegiatan siswa cukup dengan menggunakan gadget masingmasing.

Kepala SMP Percik Drs Susiyanto menyatakan bahwa digitalisasi manajemen dan
proses pendidikan merupakan terobosan yang akan merubah paradigma berpikir siswa
ke dalam sikap serta kebiasaan yang tanggap dengan perkembangan teknologi yang
terjadi secara continue dan berkepanjangan. Pendekatan ini juga akan melatih serta
membiasakan siswa agar akrab dan familiar dengan berbagai perangkat teknologi,
sesuatu yang menjadi kebutuhan mutlak di masa depan. Kami tengah mempersiapkan
berbagai faktor pendukung program ini seperti SDM baik tenaga pendidikan maupun
tenaga kependidikan yang dituntut mampu mengikuti serta menjalankan sistem,
tentunya juga media serta alat pembelajaran yang memadai agar proses berjalan lancar
sesuai target yang dikehendaki. Lebih dari itu, proses pendidikan seperti ini benarbenar melibatkan partisipasi yang lebih konkrit dari para stake holder yaitu sekolah
sebagai penyelenggara pendidikan, siswa sebagai peserta didik dan orangtua siswa,
demikian paparnya.

LEAVE A REPLY