Beranda Edukasi SMK Percik Sosialisasi Budaya Mutu Bersama PT Astra Daihatsu Motor

SMK Percik Sosialisasi Budaya Mutu Bersama PT Astra Daihatsu Motor

76
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Budaya mutu merupakan habit yang tidak bisa dipisahkan dari dunia usaha dan dunia industri. Budaya mutu sangat berpengaruh dalam efektifitas serta efisiensi pekerjaan, terlebih dalam industri besar yang dalam setiap tahapan serta langkah-langkahnya memerlukan akurasi yang tinggi dengan waktu yang cepat sehingga hasil produksipun menjadi meningkat. Sayangnya hal ini sering disepelekan dan dianggap tidak penting oleh masyarakat dunia kerja itu sendiri. SMK Perguruan Cikini (Percik) Plumpang selalu mengajarkan budaya mutu sejak awal kepada para siswa, agar kelak jika memasuki dunia kerja sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Percik juga intens melakukan pembinaan terkait budaya mutu kepada para guru. Kamis, 1 Oktober yang lalu, Percik bekerjasama dengan PT Astra Daihatsu Motor menyelenggarakan sosialisasi budaya mutu yang diikuti oleh 25 orang guru.

Solialisasi ini menghadirkan 2 (dua) orang nara sumber Muhammad Ismail Mudjsa, Trainer Budaya PT Astra Daihatsu Motor serta Ambar Wanto Satmoko, Koordinator Wilayah PBD Area DKI Jakarta. Sosialisasi menyampaikan hal-hal terkait dengan budaya mutu yaitu 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Pada dasarnya kelima hal tersebut merupakan sikap-sikap standar dan bukan hal yang rumit untuk dijalankan dalam keseharian, namun acapkali faktor komitmen dan konsistensi para pelakunya yang lebih menjadi hambatan. Seiri (Ringkas), bisa dimulai dengan memisahkan dan membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Tujuannya adalah menciptakan keleluasaan dalam bekerja, kebebasan dalam bergerak tanpa terhalangi oleh baran-barang yang tidak perlu. Seiton (Rapi), dimulai dengan menstandarkan tempat penyimpanan barang. Tujuannya adalah mengetahui dengan cepat jika ada penyimpangan, mempermudah pengambilan barang dan mempercepat penyimpanan kembali. Seiso (Resik), dimulai dengan menciptakan lingkungan kerja yang selalu bersih. Tujuannya adalah menciptakan tempat belajar agar selalu bersih dan terang, menciptakan lingkungan yang nyaman serta mencegah perlengkapan supaya tidak cepat rusak. Seiketsu (Rawat) dimulai dengan menjaga lingkungan selalu ringkas, rapi dan resik. Tujuannya adalah mencegah penurunan kondisi lingkungan dari 3S dan mampu melakukan improvement 3S. Seiketsu bisa dilakukan dengan membiasakan 3 (tiga) prinsip TIDAK, Tidak ada barang yang tidak diperlukan, Tidak berserakan dan Tidak kotor. Shisuke (Rajin) dimulai dengan membiasakan dan mengajak untuk mempertahankan dan meningkatkan prosedur yang benar dan berkesinambungan. Tujuannya adalah untuk mencegah penurunan kondisi lingkungan dari 4S di atas serta menjaga kebiasaan (habit).

Budaya mutu seperti ini tidaklah sulit untuk dijalankan, sementara akan membawa dampak positif yang besar dalam menunjang keberhasilan perusahaan. Karenanya sebaiknya sejak awal para siswa SMK yang kelak akan langsung memasuki dunia kerja dibiasakan dengan hal-hal demikian agar kelak memiliki habit tingkah laku yang sejalan dengan etos kerja perusahaan, demikian Rifat, M,Pd, Kepala SMK 1 Perguruan “Cikini”.

LEAVE A REPLY