Beranda Edukasi SMK Percik – KIIC : Menebar Antusiasme Menuai Empati

SMK Percik – KIIC : Menebar Antusiasme Menuai Empati

77
0
BERBAGI
Penyerahan 15 PC dari PT Daiki Aluminium Industry Indonesia

OASENEWS.com – Di sela-sela kesibukan pembenahan dan kelengkapan fasilitas pembelajaran, pembagunan fasilitas dan infra struktur pendukung sebagai persiapan kegiatan belajar mengajar tahun pertama, kini SMK Perguruan Cikini – KIIC terus berupaya membangun kepercayaan masyarakat. Skala prioritas dilakukan dalam beberapa hal antara lain kelengkapan administratif guru terkait persiapan kegiatan belajar mengajar, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan masyarakat serta mitra kerja.

Kunjungan Presdir KIIC Mr Yamaguchi

Sejauh ini peminatan masyarakat terhadap sekolah ini mulai meningkat, ditandai dengan PPDB yang kian hari kian ramai dikunjungi para calon siswa. Apresiasi atas kehadiran sekolah ini juga ditandai dengan pemberian bantuan berupa 15 (lima belas) PC layak pakai dari CSR PT Daiki Aluminium Industry Indonesia, masing-masing terdiri atas PC, monitor, keyboard dan mouse. Serah terima dilakukan pada Rabu, 22 Juni lalu oleh Koko Waseda, HRD & GA Senior Manager PT Daiki Aluminium Industry Indonesia Kepala SMK Percik – KIIC, Wurdono, M.Pd disaksikan oleh Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Perguruan “Cikini”, Drs. Susiyanto. Selanjutnya Komputer tersebut akan digunakan sebagai perangkat Laboratorium Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. 

PPDB.. Kian ramai dikunjungi masyarakat

Sementara di hari yang sama, berkenan hadir pula Presiden Direktur KIIC, Yamaguchi untuk memastikan sejauh mana langkah-langkah yang sudah dilakukan Perguruan Cikini dalam merealisasikan gagasan mulia ini. Keberadaan SMK di tengah-tengah kawasan industri bertaraf internasional benar-benar memiliki peluang sebagai sekolah “ideal”. Gap antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam kerjasama antara kedua sektor tersebut, antara lain dengan pola kerjasama yang relevan, teaching factory, kelas industri, partisipasi dunia industri sebagai tutor bahkan guru tamu, praktek kerja lapangan, penyusunan kurikulum, bahkan rekruitmen tenaga kerja. Terlebih dengan kehadiran Kurikulum Merdeka yang mengharuskan sekolah melakukan kerjasama dengan industri termasuk kerjasama untuk menampung para lulusan sebagai tenaga kerja dalam perusahaan dimaksud. Kiranya ini berbagai peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menerapkan konsep pendidikan SMK yang ideal, tentu dengan upaya dan tindakan yang sungguh-sungguh. Keberhasilan berbagai konsep dan program ini, tentunya akan membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Karawang khususnya. 

     

LEAVE A REPLY