Beranda Event SMK Musik Perguruan “Cikini” Membawa Piala Kembali

SMK Musik Perguruan “Cikini” Membawa Piala Kembali

420
0
BERBAGI

Siswa SMK Musik Perguruan “Cikini” (Percik) menorehkan prestasi kembali pada lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada tanggal 26-29 Oktober 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Setelah meraih Juara I Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi DKI Jakarta pada bulan Agustus 2019. Kali ini sejumlah siswa SMK Musik Percik meraih Juara II pada Tingkat Nasional. Setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya dari provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, Kalimatan, dan Sumatera.

Delegasi SMK Musik Percik yang terdiri dari Hizkia, Keyko, Kesha, Kathleen, dan Patricia menampilkan dua puisi. Puisi wajib pertama yang berjudul “Selamat Pagi Indonesia” karya Sapardi Djoko dan Damono, serta puisi pilihan kedua berjudul “Kebebasan” karya Rivai Apin. “Kami menggarap konsep musik yang unik dengan perpaduan alat musik tradisional (gambang dan kendang) tanpa mengurangi keharmonisan dan keselarasan dalam musikalisasi puisi yang kami tampilkan”, ujar Kia selaku _music director_ .

Meskipun hanya membawa Juara II pada tahun ini, Kia dan kawan-kawan bangga dan senang karena sudah berusaha menampilkan yang terbaik dan ikut berpartisipasi menorehkan prestasi untuk sekolah yang dicintainya.

“Tahun ini setidaknya siswa SMK Musik Percik sudah bisa membuktikan dengan prestasi yang cukup baik, tahun lalu kami meraih juara 3 nasional, alhamdulilah tahun ini kami bisa naik menjadi juara 2, memang kami tidak mematok target untuk juara namun yang penting adalah berproses dan tampil dengan maksimal, terlepas dari penilaian tahun ini yang tidak konsisten mengikuti juknis (petunjuk teknis) penilaian namun siswa – siswi kami cukup sportif dan menjadikan pengalaman tahun ini untuk menjadi bahan evaluasi kedepannya, diharapkan ditahun mendatang panitia terutama juri lebih tegas dan disiplin dalam memaknai juknis penilaian dan mengesampingkan selera, penilaian harus berdasarkan kelimuan, dan presentase pada Juknis penilaian harus dita’ati, sehingga hasil keputusan bisa adil dan dapat dipertanggung jawabkan dengan keilmuan serta terukur” tutur Adi Putra, S.Pd selaku Kepala sekolah.

“Menjadi tantangan untuk siswa dan sekolah, untuk menggarap dan menyiapkan konsep musikalisasi puisi yang lebih kreatif dan istimewa sesuai dengan perkembangan zaman”, tambah Ibu Meila selaku Pembina Tim Musikalisasi Puisi.

LEAVE A REPLY