Beranda Edukasi SMK 3 Percik: Geliat PPDB Di Tengah Pandemi Covid 19

SMK 3 Percik: Geliat PPDB Di Tengah Pandemi Covid 19

3642
0
BERBAGI
Proses wawancara calon siswa gelombang 3

OASENEWS.com – Sektor pendidikan merupakan bagian yang termasuk paling rentan terhadap dampak penyebaran wabah covid 19. Banyak masalah yang muncul karena keterkaitan satu pihak dengan lainnya lazimnya efek domino. Maka kondisi pun berubah begitu cepat dan drastis, seperti halnya sektor finansial maupun berbagai bentuk adaptasi berproses yang terpaksa dilakukan, meski sesungguhnya para pihak terkait belum siap betul. Katakanlah pertemuan tatap muka yang menjadikan interaksi terjadi dengan maksimal, tatkala digantikan oleh pembelajaran virtual menjadi kurang efektif, utamanya untuk pelajaran yang sifatnya ketrampilan. Dalam pelajaran praktek bongkar pasang mesin misalnya, seorang siswa tidaklah mungkin dengan mengikuti tutorial lalu mempergunakan kendaraan milik orangtuanya sebagai alat praktek. Al hasil progres  pembelajaran tidak bisa diketahui secara pasti. Hal ini berlaku pula dalam proses pembelajaran lainnya dengan karakter yang sama (praktek).

Dampak kejadian ini sudah dirasakan secara langsung oleh para pelaku pendidikan non formal seperti kursus-kursus, pelatihan dan sejenisnya. Cukup banyak institusi pendidikan sejenis ini, khsususnya untuk pendidikan ketrampilan yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu menanggung biaya operasional. Masalah lain terjadi dalam sektor kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), di mana untuk tahun ajaran 2020/ 2021 ini proses pendaftaran siswa baru dilakukan dengan cara on line yang belum terlalu akrab dan familiar bagi sebagian masyarakat. Akibatnya perolehan siswa baru khususnya untuk sekolah swasta menjadi tersendat sendat. Tidak terkecuali sekolah-sekolah dengan popularitas tinggi sekalipun.

proses wawancara calon siswa gelombang 4

SMK 3 Perguruan “Cikini” (Percik) membaca fenomena ini dengan seksama. Sekolah yang beralamat di kawasan Srengseng Sawah itu berupaya melakukan adaptasi yang maksimal terkait tatacara PPDB dalam masa covid. Memang hingga saat ini belum mencapai target yang dikehendaki namun sudah menunjukkan grafik yang menggeliat, perlahan namun pasti. Proses wawancara calon siswa dan orangtua masing-masing sudah dilakukan dalam 4 gelombang yaitu 6 Juni, 9 Juni, 11 Juni dan 13 Juni 2020. Dari 300 (tiga ratus) siswa yang ditargetkan saat ini penerimaan baru mencapai 168 siswa baru dengan perincian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) = 34, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) = 33, Multi Media (MM) = 47, Farmasi Klinis dan Komunitas (FKK) = 32, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) = 22. Kondisi masyarakat yang belum terbiasa dengan gaya interaksi dan komunikasi “ala covid” ini memang menjadi hambatan tersendiri dalam upaya menjaring minat masyarakat. Namun kami tetap optimis karena ini hanya masalah waktu saja mengingat pendidikan merupakan kebutuhan pokok dalam mempersiapkan para generasi muda. Lain dari pada itu, SMK 3 Percik selama ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat Jakarta Selatan, khususnya Srengseng Sawah dan juga Depok dan sekitarnya. Jadi kami tetap yakin pada saatnya akan bisa mencapai target sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, demikian Gito Suroso, M.Si Kepala SMK 3 Percik.

LEAVE A REPLY