Beranda Edukasi SMK 3 Percik: Amanah Masyarakat Di Atas Segalanya

SMK 3 Percik: Amanah Masyarakat Di Atas Segalanya

4221
0
BERBAGI
Gedung sekolah berdiri di atas lahan 12 Ha.. Dilengkapi dengan fasilitas yang memadai..
Gedung sekolah berdiri di atas lahan 12 Ha.. Dilengkapi dengan fasilitas yang memadai..

OASENEWS.com – Setidaknya ada 3 komponen penting agar proses pendidikan bisa berjalan lancar yaitu sekolah, masyarakat dan pemerintah. Masing-masing  memiliki peran yang sama pentingnya untuk memajukan negara ini dalam menyongsong kehidupan di masa depan. Perlu sinergi dan chemistry yang mendalam, dimulai dengan sikap saling percaya satu dengan yang lain. Kepercayaan masyarakat berbanding linear dengan perkembangan animo masyarakat terhadap institusi pendidikan. Animo masyarakat sangat tergantung pada banyak hal terkait managemen sekolah yang bermuara pada kualitas para lulusan. Saat ini tidak sedikit sekolah swasta yang terpaksa menyudahi aktifitasnya karena tidak diminati lagi oleh masyarakat. Penyebab utamanya sekolah tidak bisa menunjukkan reputasi yang memadai. Sebaliknya banyak pula sekolah swasta yang mendapat kepercayaan begitu tinggi sehingga berani memasang tarif biaya sekolah yang terbilang mahal. Semuanya kembali terpulang kepada tingkat animo masyarakat.

Tidak kurang dari 1.140 siswa menuntut ilmu dengan tekun dan penuh keyakinan
Tidak kurang dari 1.140 siswa menuntut ilmu dengan tekun dan penuh keyakinan

Yayasan Perguruan “Cikini” (Percik) membaca fenomena di atas dengan seksama. Sekolah di bawah naungan Percik bukan saja survive tetapi juga berkembang menjadi lebih baik. Sebagai sekolah swasta tentu Percik tidak bisa terhindar dari fluktuasi kondisi yang acap kali terjadi, terkadang kondisi baik, terkadang pula berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Hal mana ini adalah lumrah dan hal ini terjadi pula pada sekolah-sekolah swasta lainnya. Terlebih jika harus berkompetisi dengan cara-cara yang kurang “fair” dalam menghadapi sekolah-sekolah negeri dengan fasilitas yang sangat bagus ditambah pembebasan biaya sekolah. Perlu kekuatan ganda untuk bisa mengembangkan sekolah swasta di masa kini.

Beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak 2012 Percik kembali menunjukkan eksistensi dengan berdirinya unit SMK 3 yang berlokasi di wilayah Sengseng Sawah Jakarta Selatan. Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 11 Ha, dihuni bersama ISTN dan pada 2020 berdiri pula SMA 2 Percik di lokasi yang sama, menjadikan sekolah ini leluasa mengatur tata ruang agar para siswa memiliki kecukupan oksigen dalam atmosfer kehijauan yang menyegarkan. Kini tidak kurang dari 1.140 (Seribu Seratus Empat Puluh) siswa aktif mengikuti proses pembelajaran di sekolah ini. SMK 3 Percik memiliki 5 (lima) Kompetensi Keahlian yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multi Media (MM), Farmasi Klinis dan Komunitas (FKK) serta Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Dalam tahun ajaran 2020/ 2021 Sekolah ini juga mendapat kepercayaan Revitalisasi, program pemerintah yang diperuntukkan bagi sekolah tertentu (hanya beberapa sekolah swasta saja yang dipercaya) dalam mencapai hasil belajar yang akseleratif agar sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri sesuai dengan perkembangan jaman.

Pelatihan disiplin untuk membentuk karakter para siswa
Pelatihan disiplin untuk membentuk karakter para siswa

Untuk memaksimalkan hasil lulusan Percik juga aktif menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri. Tidak kurang dari 91 (Sembilan Puluh Satu) institusi/ perusahaan menjalin kerjasama dengan sekolah ini untuk mengikut sertakan para siswa mengikuti Praktek Kerja Lapangan, agar demikian maka para lulusan sudah mendapatkan pengalaman yang memadai, tidak menutup kemungkinan direkrut oleh perusahaan/ institusi tersebut, di antaranya  PT Duta Cendana Adi Mandiri (Suzuki Cinere), PT Astra International Isuzu, PT Nextwave Technologies, PT Rajawali Otomotif Titra International, PT Alo Digital Printing, RSUD Pasar Minggu, RS Bhakti Yuda serta puluhan rekanan kerjasama lainnya. Lain dari pada itu Percik mempersiapkan para siswa dalam 2 (dua) track yaitu siap pakai untuk para lulusan yang hendak memasuki dunia kerja dan juga keilmuan yang mencukupi bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sekolah di bawah kepemimpinan Gito Suroso, M.Si ini juga menerapkan disiplin yang ketat dalam membiasakan siswa menghadapi dunia kerja maupun hidup bermasyarakat. Ketika mulai bergabung dengan sekolah ini seminggu pertama para siswa mendapatkan pelatihan disiplin yang ketat dengan menghadirkan prajurit marinir sebagai pelatih. Maka dengan demikian dalam kegiatan selanjutnya par siswa sudah sangat terbiasa untuk bersikap disiplin. Ini juga bentuk upaya untuk menjamin kualitas lulusan agar memiliki daya saing yang tinggi, baik bagi yang ingin bekerja atau ingin melanjutkan pendidikan, demikian Gito Suroso.

LEAVE A REPLY