Beranda Edukasi SMK 3 dan SMA 2 PERCIK : Pendisiplinan Bukanlah Militerisasi

SMK 3 dan SMA 2 PERCIK : Pendisiplinan Bukanlah Militerisasi

56
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Apa sih kunci keberhasilan atau kesuksesan? Salah satu hal terpenting adalah kedisiplinan. Disiplin membuat kehidupan berjalan tertib, seimbang sesuai proporsi masing-masing dalam berbagai hal. Disiplin identik dengan ketepatan bukan kekakuan, inilah yang seringkali disalah tafsirkan, seolah-olah disiplin itu sesuatu yang kaku, identik dengan militerisasi dan sejenisnya, padahal tidak demikian.

Bagi para siswa, penanaman disiplin sejak awal sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat di kelak kemudian hari, utamanya dalam memasuki dunia kerja. Selama ini banyak keluhan dari para pengguna lulusan SMK maupun SMA, yang tidak siap dalam bersikap dan berdisiplin sebagaimana harusnya. Maka tidak heran kalau saat ini para lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar dalam angka pengangguran dengan kisaran angka 11 persen.

Mengantisipasi hal ini, SMK 3 dan SMA 2 Perguruan “Cikini” Srengseng Sawah memberikan pembekalan awal kepada para siswa baru dengan materi khusus penanaman disiplin sebagai salah satu rangkaian acara MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Penggabungan kedua institusi tersebut, selain berlatar belakang keduanya berada dalam satu wilayah kampus, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada masalah dalam jalinan persahabatan antara siswa SMA dan SMK, juga menepis anggapan bahwa siswa SMK cenderung suka berbuat onar, berkelahi dan lain-lain.

Sebanyak 700 an siswa mendapatkan pembinaan yang intens di bawah pembimbing yang didatangkan dari Korps Marinir. Berbagai materi kedisiplinan meliputi baris berbaris, upacara, paskibra dan kegiatan sejenis lainnya diberikan dengan pendekatan yang sesuai kondisi psikologis siswa, mengingat ini adalah para siswa sekolah umum, bukan sekolah militer.

Adalah sebuah kelaziman apabila tidak semua siswa siap menghadapi pendekatan seperti ini, barangkali ada beberapa siswa yang sedikit terkejut. Namun filosofi bahwa mulanya dipaksa, lama-lama menjadi terbiasa adalah hal yang tepat dalam pembentukan karakter siswa dengan cara seperti ini. Terlebih bagi para siswa SMK yang umumnya bersiap memasuki dunia kerja dengan segala aturan ketat yang berlaku. Pun bagi para siswa SMA yang lebih banyak mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi dengan kultur belajar yang berbeda dan memerlukan disiplin yang tinggi untuk mencapai keberhasilan.

SMK 3 Perguruan “Cikini” Srengseng Sawah berdiri sejak 10 tahun lalu dan kini tidak kurang dari 1100 an siswa menuntut ilmu dengan pilihan kompetensi masing-masing. Sementara di lokasi yang sama, 3 (tiga) tahun lalu berdiri SMA 2 Perguruan “Cikini” dan saat ini memiliki peserta didik sebanyak 470 siswa. Keduanya menunjukkan animo masyarakat yang kian hari kian bertambah besar. Saat ini SMK 3 dipimpin oleh Gito Suroso, M.Si pendidik senior yang juga candidat doctor bidang Pengembangan SDM, sementara SMA 2 dipimpin oleh Ahmad Fariz, M.Pd. Para siswa dari kedua intitusi tersebut tekun menuntut ilmu di bawah bimbingan 87 orang guru.

LEAVE A REPLY