Beranda Edukasi SMK 1 Perguruan “Cikini”: Jawab Tantangan Dunia Industri Dengan Lulusan Siap Pakai

SMK 1 Perguruan “Cikini”: Jawab Tantangan Dunia Industri Dengan Lulusan Siap Pakai

973
0
BERBAGI
percik
Pembekalan ketrampilan dengan sarana yang memadai guna menghasilkan lulusan yang kompeten.

Oasenews.com – Salah satu problem mendasar dari Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia adalah para lulusan yang belum siap pakai. Sudah menjadi rahasia umum, para pelaku industri seringkali mengeluh lantaran para lulusan SMK belum memenuhi standar kualifikasi persyaratan dunia kerja. Terjadi kesenjangan antara dunia pendidikan yang bertugas mencetak calon tenaga kerja dengan pengguna (user) yang seringkali mengalami tuntutan perubahan dengan begitu cepat.

Mengantisipasi hal tersebut SMK 1 Perguruan “Cikini” (Percik) melakukan upaya yang maksimal guna mengatasi kesenjangan dengan menghasilkan para lulusan yang siap pakai dan siap berkompetisi untuk mengisi dunia industri sesuai bidang keahlian masing-masing. Setidaknya ada 3 (tiga) jurus yang dilakukan oleh sekolah untuk membekali para siswa agar dapat beradaptasi dengan lingkungan industri ketika mereka mulai bekerja. Pertama adalah kematangan kompetensi bagi para siswa. Dunia industri tidak pernah bisa terlepas dari unsur bisnis yang benar-benar menuntut efisiensi serta efektifitas guna menghasilkan produk yang maksimal baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Seluruh Sumber Daya Manusia yang terlibat di dalamnya harus benar-benar mampu mengemban misi tersebut. Pendalaman kompetensi di SMK 1 Percik dilakukan melalui dua jalur yakni jalur akademis dan non akademis.

Percik

Jalur akademis dilakukan dengan memberikan pembekalan yang maksimal, bukan saja terkait dengan mandatori sebagaimana tertera dalam kurikulum, tetapi juga dengan berbagai pembekalan ekstra yang lebih menekankan hal-hal adaptatif terhadap perkembangan jaman. Dengan demikian maka para siswa benar-benar siap memasuki dunia kerja dengan mengikuti perkembangan kemajuan jaman. Jalur non akademis diberikan dalam meliputi berbagai hal, mulai dari dunia enterpreneurship sampai dengan dunia seni.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi karena pada kenyataannya tidak semua lulusan bekerja sesuai dengan bidang keahlian. Beberapa diantaranya ada yang bekerja sebagai wirausaha, juga sebagai pelaku maupun pekerja seni atau bidang industri kreatif lannya. Untuk menjamin kualitas lulusan Percik tidak ragu-ragu memberlakukan disiplin yang tinggi bagi para siswa. Dalam wisuda untuk lulusan Tahun Ajaran 2016/ 2017 yang lalu misalnya, dari total siswa yang pada awal masuk berjumlah 432, hanya 393 siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, terjadi drop out pada kisaran 9% bagi para siswa yang tidak mampu mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan sekolah. Kedua, proses pembelajaran soft skill yang memadai, setidaknya setiap anak diberi pembekalan akan pentingnya komitmen yang tinggi dalam mengemban amanah saat memasuki dunia kerja. Penting sekali pemahaman bahwa komitmen yang tinggi sangat menentukan tingkat kemajuan sebuah institusi. Berbagai bentuk pelatihan disiplin diberikan kepada para siswa untuk membiasakan sikap dalam menjaga komitmen. Ketiga adalah menjaga koneksitas. Koneksitas yang baik dengan berbagai pihak, utamanya dunia industri sangat menentukan prestasi sekolah dalam menghasilkan lulusan yang diterima oleh dunia usaha/ dunia industri.

percik
Upacara Wisuda Siswa. Seluruhnya siap memasuki dunia industri atau melanjutkan pendidikan. Tidak ada lulusan yang menganggur.

Dalam mengembangkan koneksitas, Percik senantiasa menjalin hubungan dengan berbagai perusahaan terkemuka, bukan saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, khususnya di wilayah Asia. Selain mengisi dunia kerja di dalam negeri, kini lulusan Percik banyak bekerja di perusahaan skala internasional di Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, tentu juga di Indonesia. Lebih dari itu sekolah ini juga membuat skala kapasitas kemampuan bagi siswa guna memetakan sekaligus memprediksi level perusahaan yang bisa menerima para lulusan sesuai skala kemampuan tersebut. 

Hal inilah yang membuat para lulusan Percik tidak ada yang menganggur setelah menyelesaikan pendidikan. Kesemuanya bekerja sesuai bidang masing-masing, sementara sebagian lainnya memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

percik
Pelatihan disiplin, menanamkan sikap penuh komitmen

Keunggulan sekolah ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Dari 13.000.000 (tiga belas ribu) SMK di seluruh Indonesia, SMK 1 Percik merupakan satu dari 8 (delapan) SMK swasta atau 125 SMK negeri dan swasta yang dipercaya untuk mengemban program Revitalisasi Pendidikan SMK se Indonesia. (as)