Beranda Edukasi SMA Percik : Strategi Menghadapi Akreditasi

SMA Percik : Strategi Menghadapi Akreditasi

46
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Akreditasi merupakan kegiatan penilaian 5 (lima) tahunan yang memetakan kinerja sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai institusi pendidikan yang mempersiapkan para generasi muda dalam menyongsong masa depan. Agenda rutin yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) atau Badan Akreditasi Propinsi (BAP) ini bertugas memastikan segala bentuk kegiatan proses pembelajaran maupun proses administrasif dari sebuah sekolah berjalan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang ditetapkan. Untuk itu BAN menyusun acuan penilaian yang tertuang dalam 8 (delapan) standar pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian, masing-masing disertai dengan turunan maupun berbagai suplemen pendukung yang telah ditentukan.

Tidak terkecuali SMA Perguruan “Cikini” (Percik) yang pada 16 dan 17 September lalu harus mengikuti proses akreditasi untuk penilaian yang berlaku 5 (lima) tahun kedepan. Bisa dipastikan hampir semua sekolah harus “tunggang langgang” manakala menghadapi proses akreditasi yang “ngeri-ngeri sedap” itu. Pasalnya penilaian bukan hanya terletak pada proses atau aktifitas pembelajaran di kelas maupun di luar kelas sesuai dengan aturan kelengkapan yang ada seperti halnya Rencana Program Pembelajaran (RPP) ataupun kelengkapan administratif lainnya, namun juga memotret berbagai hal administratif lainnya, termasuk juga hal-hal yang berhubungan dengan keuangan dan pembiayaan dalam waktu 3 (tiga) tahun mundur ke belakang. Tentu saja ini memerlukan kesiapan khusus. Maka team khusus akreditasi harus dibentuk. Mereka bertugas memenuhi kelengkapan administratif, kelengkapan sarana prasarana atupun kelengkapan pendataan lainnya sesuai dengan butir-butir penilaian yang berlaku. Tidak kurang dari 186 butir yang tertera dalam borang penilaian harus dipersiapkan satu persatu dengan akurat. Kesemuanya dilakukan karena kami ingin mencapai standar penilaian yang baik sebagaimana selama ini kami peroleh dalam proses akreditasi sebelumnya.dalam akreditasi 2014 yang lalu kami memperoleh nilai 94 (A), maka kami saat ini berupaya memperbikinya, setidaknya menjadi 95 atau 96, demikian ungkap Drs. Farid Syamsul Bahri, Kepala SMA Perguruan “Cikini”. Untuk itu bekerjasama bahu membahu tak henti-henti.

Sementara Drs. Susiyanto selaku Direktur menyatakan bahwa sejauh ini seluruh unit yang berada di bawah naungan Direktorat Dikdasmen YPC yaitu TK, SD, SMP, SMA dan SMK1, SMK2 dan SMK 3 kesemuanya memperoleh nilai A dalam penilaian akreditasi BAN/ BAP. Ini kami fokuskan betul, karena proses akreditasi merupakan tolok ukur penilaian tahap awal terhadap reputasi serta kinerja sebuah sekolah, demikian paparnya.

LEAVE A REPLY