Beranda Edukasi SMA Percik: Intensitas Literasi Untuk Membuka Jendela Dunia

SMA Percik: Intensitas Literasi Untuk Membuka Jendela Dunia

3702
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Buku adalah jendela dunia, demikian kata pepatah. Siapa menguasai ilmu pengetahuan dialah yang berpotensi menguasai dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era sekarang terjadi dengan begitu cepat. Segala sesuatu yang pada era sebelumnya dipandang tidak mungkin, kini semua bisa terjadi, apakah itu bidang telekomunikasi, perdagangan, pendidikan, transportasi, kedokteran, bisnis, industri, otomotif, pemasaran serta berbagai lini kehidupan lainnya. Siapa yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan, niscaya akan tertinggal dan tidak mampu mengikuti tuntutan pergaulan. Sumber ilmu pengetahuan itu sendiri adalah buku serta berbagai bentuk literasi lainnya. Buku telah membuat manusia tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, tidak mungkin menjadi mungkin, tidak mampu menjadi mampu. Buku  telah menyediakan jawaban yang sangat lengkap, apapun pertanyaan yang kita ajukan. Semakin banyak buku dibaca, semakin banyak mendalami literasi, semakin tinggi dan lengkap seseorang memiliki ilmu pengetahuan dan tentunya sangat. Tidak kalah penting dari semua adalah bagaimana mengimplementasikan segala ilmu yang dimiliki di dalam kehidupan sehari-hari.

Paradigma inilah yang selalu ditanamkan kepada para siswa SMA Perguruan “Cikini”. Sekolah yang terletak di kawasan Durentiga Pancoran Jakarta Selatan ini membuat program khusus untuk mencapai target literasi bagi para siswa selama 3 tahun. Reading Habits dilaksanakan dalam bentuk One Week One Book. Seluruh siswa diwajibkan setiap minggu membaca satu buku, tidak dibatasi boleh buku apa saja, termasuk novel, roman, cerpen dan sejenisnya. Selanjutnya mereka harus menyampaikan isi buku dimaksud untuk mendapatkan respons dari kawan-kawannya. Kegiatan lain adalah seminar dengan menghadirkan para pakar, sekaligus sebagai sarana berlatih bagi para siswa untuk menjadi pembicara, meski dengan topik dan kedalaman yang masih terbatas. Resensi buku juga merupakan agenda bulanan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Untuk membiasakan menyampaikan ulasan maupun pendapat, para siswa juga acapkali mengikuti kegiatan nobar (nonton bareng), tentunya dengan tontonan film yang relevan dilanjutkan dengan diskusi. Laporan kunjungan ke perpustakaan disertai dengan laporan juga menjadi agenda mingguan. Kesemuanya dijalankan untuk menambah pengetahuan serta wawasan siswa dengan target yang telah ditentukan.

Program Reading Habits sendiri di Perguruan “Cikini” diterapkan sejak para siswa duduk di kelas 1 (satu) SD. Diharapkan jika sedari SD hingga SMA siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Percik, setidaknya mereka telah membaca tidak kurang dari 350 buku. Target untuk SMA sendiri, selama 3 (tiga) tahun para siswa sudah harus membaca 200 (Dua Ratus) buku, demikian Sarmawijaya, S.Pd, Kepala SMA Perguruan “Cikini”.

 

 

 

LEAVE A REPLY