Beranda Edukasi SMA 2 Perguruan “Cikini”: Sekolah Kebangsaan di Penghujung Jakarta Selatan

SMA 2 Perguruan “Cikini”: Sekolah Kebangsaan di Penghujung Jakarta Selatan

760
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Yayasan Perguruan “Cikini” (Percik) kembali mengembangkan unit pendidikan dengan mendirikan unit baru, SMA 2 Percik. Sekolah yang berlokasi di Jalan Srengseng Sawah No. 79 Jagakarsa, Jakarta Selatan ini berada dalam satu kompleks dengan SMK 3 Percik.

Ada dua misi pokok yang menjadi konten utama pendidikan di sekolah ini, yaitu pengembangan akademik dan pendalaman wawasan kebangsaan.

Dalam pengembangan akademik, sekolah ini akan menggunakan pencapaian point pembelajaran dengan SKS (Sistem Kredit Semester), tata cara belajar yang menjadikan siswa bisa mendapatkan apresiasi yang proporsional. Bagi siswa yang lebih cepat menghabiskan materi pokok bahasan akan lebih cepat menyelesaikan proses pembelajaran atau bisa juga mendapatkan konten pembelajaran lainnya yang bersifat perluasan maupun pendalaman. Sistem belajar seperti ini masih terbilang sangat jarang dijalankan di Indonesia, selain untuk perguruan tinggi. Padahal ini adalah cara yang paling efektif dan efisien.

Sejak awal Percik berdiri pada 1942, visi kebangsaan merupakan arah utama dari pendirian sekolah ini. Latar belakangnya adalah keinginan mencerdaskan anak-anak

Indonesia. Kala itu, Indonesia berada dalam penjajahan Jepang yang sangat kejam. Maka atas prakarsa para tokoh perjuangan Percik berdiri, awalnya bernama Mayumi, artinya gendewa/ busur yang siap melepas anak panahnya melesat tinggi-tinggi, yang kemudian menjadi filosofi sekolah ini dalam mendidik para siswa agar mampu meraih cita-cita yang tinggi. Sejatinya visi kebangsaan merupakan hal yang mutlak harus disebarluaskan bagi masyarakat Indonesia tanpa kecuali. Sebab, persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia merupakan hal yang benar-benar harus dipertahankan sampai tetes darah penghabisan.

Negara ini memiliki kekayaan yang luar biasa dan sangat berpotensi untuk maju, namun acapkali terhambat oleh gerakan-gerakan maupun pemikiran-pemikiran yang cenderung memecah belah persatuan, sebagiannya mungkin mendahulukan kepentingan pribadi. Inilah yang membuat bangsa Indonesia agak terhambat dalam mengejar kemajuan. Karenanya, perlu pendalaman

wawasan kebangsaan bagi para generasi muda agar mereka memiliki wawasan serta rasa cinta tanah air yang memadai. Tentu saja dibarengi dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dan ketrampilan yang mumpuni untuk dapat membangun kemajuan di seantero bumi Indonesia.

Terkait pendirian SMA 2 Percik ini, Sekretaris Eksekutif Yayasan Perguruan “Cikini”, Gito Suroso, M.Si, meyakini SMA 2 Percik ini akan diminati banyak masyarakat Jakarta Selatan, khususnya wilayah Srengseng Sawah, Jagakarsa serta wilayah Depok dan sekitarnya. Hal ini didasari atas pengalaman dalam mendirikan SMK 3 di lokasi yang sama pada 2012 yang hingga kini sudah memiliki lebih dari 1000 siswa dengan 5 kompetensi keahlian di dalamnya.

“Ada beberapa hal mendasar yang perlu kita kembangkan dalam menjalankan proses pembelajaran yaitu kedisiplinan, kurikulum serta materi pembelajaran, fasilitas yang memadai serta tenaga pendidik yang kompeten serta memiliki pendekatan yang baik,” ujar pria yang juga pemrakarsa berdirinya SMA 2 Percik.

Ia menuturkan, SMA 2 Percik akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2020/ 2021 dengan target siswa baru 250 orang.

 

LEAVE A REPLY