Beranda Edukasi SMA 1 PERCIK : Digitaslisasi Managemen Pendidikan dimulai dengan Platform Pembelajaran

SMA 1 PERCIK : Digitaslisasi Managemen Pendidikan dimulai dengan Platform Pembelajaran

4009
0
BERBAGI
Sarmawijaya, S.Pd - Kepala SMA Percik
Sarmawijaya, S.Pd - Kepala SMA Percik

OASENEWS.com – Mengikuti fenomena perubahan yang terjadi dengan begitu cepat, dunia pendidikan dituntut mampu merespons dengan sikap yang tepat. Istilah milenial yang sejak awal tahun 2000 an masih merupakan “kosa kata” relatif baru, kini telah menjadi teraplikasikan dengan konkrit dan gamblang dalam kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Sebagian masyarakat menyadari benar bahwa kini dunia telah berubah, sementara lapisan masyarakat lainnya masih tampak tenang-tenang saja. Al hasil tidak semua siap menghadapi perubahan yang merupakan keniscayaan tersebut. Hal ini teruji dan terbukti ketika wabah pandemic masuk ke Indonesia pada awal 2020, dua bulan kemudian tepatnya pertengahan Maret 2020 proses aktifitas dunia pendidikan harus melakukan kebijakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) demi keselamatan bersama. Namun, hingga kini belum seluruh tenaga pendidik menjalankannya dengan baik, sebagiannya karena kurang mengikuti perkembangan teknologi, sebagian lainnya belum “tune in” dengan perubahan yang terjadi, sementara sebagian lainnya tekendala dengan masalah klasik seperti halnya kuota internet.

SMA Perguruan “Cikini” (Percik) membaca fenomena ini dengan seksama. Bahkan sebelum terjadinya wabah pandemic, mengikuti kebijakan Direktorat Dikdasmen YPC, sekolah yang berlokasi di wilayah Durentiga ini tengah mempersiapkan pembelajaran yang memadukan antara tatap muka dan pembelajaran jarak jauh. Wabah pandemic telah mendorong terjadinya perubahan ini secara lebih cepat. Pembelajaran daring  memerlukan proses adaptasi, khususnya untuk kegiatan belajar mengajar yang sifatnya praktek. Untuk itu seluruh stakeholder dunia pendidikan harus bersama-sama berpikir memecahkan masalah ini.

Habit Baru – Pembelajaran Jarak Jauh

Selanjutnya SMA Percik juga melakukan kebijakan dengan penggunaan platform pembelajaran. Untuk jangka pendek upaya ini dilakukan dengan menggandeng mitra, sedang untuk jangka panjang adalah memiliki platform pembelajaran tersendiri, demikian ungkap Sarmawijaya, S.Pd, Kepala SMA Perguruan “Cikini”. Hal ini juga linear dengan kebijakan Direktorat Dikdasmen YPC yang memberlakukan platform pembelajaran bagi seluruh unit. Ini merupakan proses awal dari program digitalisasi managemen pendidikan yang akan merangkum segala unsur aktifitas pendidikan dalam sebuah sistem yang terintegrasi dengan baik dan sistematis.

Lain dari hal tersebut di atas, sentuhan personal bagi para siswa juga merupakan yang sangat penting, terlebih saat ini kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan dengan tatap muka. Karenanya kami tengah melakukan pendataan secara detail terhadap para siswa meliputi bidang apa yang diminati, bidang apa yang paling dikuasai, pelajaran apa yang paling disukai, pun dengan hal-hal terkait lainnya termasuk kegaitan ekstra kurikuler yang bukan sekadar sebagai pengisi waktu, namun harus memiliki target-target yang jelas dan terukur. Tujuan pendataan ini adalah sebagai dasar untuk pengembangan kapasitas siswa agar dapat menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dengan kapabelitas yang memadai. Terlebih kami juga sedang mengembangkan 3 Standar Pengembangan Pendidikan Perguruan “Cikini” yaitu Soft Skill, Bela Negara dan The Innocreat School. Penting bagi kami untuk menjaga kepercayaan masyarakat di mana saat beberapa sekolah swasta lain terjadi penurunan jumlah siswa, kami justru mengalami peningkatan animo masyarakat dengan jumlah siswa baru mencapai 152  anak, terjadi kenaikan 35 persen dari tahun 2020/ 2021 yang berjumlah 112 anak. Insya Allah kami akan menjaga amanat ini dengan sebaik-baiknya, demikian ungkap Sarma.    

LEAVE A REPLY