Beranda Edukasi Sharing Time SMA Percik: Malam Minggu Manfaat

Sharing Time SMA Percik: Malam Minggu Manfaat

6008
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Pembelajaran online berkepanjangan mulai menampakkan dampak yang sedikit mengganggu. Paling terasa adalah rasa jenuh ketika berbulan-bulan berada di dalam rumah dengan menghadap gadget masing-masing selama berjam-jam. Pembelajaran berjalan dengan sistem yang mirip “tutorial” yang membosankan. Ini adalah fenomena yang tidak baik dan perlu solusi yang tepat, salah satunya adalah dengan menyusun kombinasi yang tepat antara konten, metode serta konten pembelajaran.

Seperti halnya aktifitas pembelajaran di SMA Perguruan “Cikini” yang dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya adalah dengan Sharing Time. Sabtu 14 Nopember pukul lalu acara ini menghadirkan pembicara Kak Cahyo Ahmad Irsyad dan Bro Ben dengan judul Membimbing Diri dan Buah Hati mengikuti teladan sejati dan Perjalanan Ex Agnostik menemukan Hidayah Al qur’an. Acara dimulai pukul 19.30. Selain harus diikuti oleh Seluruh Warga SMA Perguruan “Cikini” yaitu siswa, guru dan orangtua siswa, acara ini juga bersifat terbuka untuk masyarakat umum.

Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang mengangkat tema “Dengan Spirit Maulid Nabi, Jadikan Generasi Muda yang Good Prayer, Manner and Thinker”. Adapun topik bahasan dalam acara tersebut adalah :

  1. Perjalanan seseorang dalam mencari kebenaran Agama dan Jati Diri
  2. Membimbing Diri dan Buah Hati mengikuti teladan Nabi.

Acara ini merupakan program kegiatan OSIS, khususnya Pusat Rohani Islam dengan tujuan untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam melakukan syiar Islam serta menumbuhkembangkan rasa cinta kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Perguruan “Cikini” bukanlah sekolah yang berafiliasi dengan paham agama tertentu. Percik adalah sekolah nasional. Visi sekolah ini lebih condong ke arah penanaman jiwa nasionalisme, cinta tanah air serta pendalaman leader ship yang memadai.

Namun dalam konteks pembinaan serta pendidikan agama, kami pastikan bahwa pendalaman yang kami lakukan tidaklah kalah dengan sekolah-sekolah yang berafiliasi pada agama tertentu. Pembinaan agama secara intens, bukan saja dilakukan bagi umat muslim tetapi juga pada penganut agama lain apakah itu Kristen, Khatolik, Hindu, Budha dan lain-lain, demikian papar Sarmawijaya, S.Pd, Kepala SMA Perguruan “Cikini”.

LEAVE A REPLY