Beranda Edukasi SD Percik: Wisuda Virtual Yang Mengharukan

SD Percik: Wisuda Virtual Yang Mengharukan

4857
0
BERBAGI

Oasenews.com – Senang, bahagia serta rasa haru yang mendalam menyelimuti seluruh hadirin dalam acara Melepas Tamatan SD Perguruan “Cikini” (Percik) pada Kamis 18 Juni 2020. Rangkaian acara wisuda yang dalam tahun-tahun sebelumnya berlangsung di gedung mewah dengan acara yang meriah, kali ini harus dilaksanakan dengan sederhana bertempat di aula sekolah dengan susunan acara yang lebih simple dan sederhana. Suasana lebih terasa menyentuh hati lagi tatkala kegiatan ini dilakukan dengan cara on line, satu hal yang sesungguhnya belum menjadi kelaziman selama ini.

Mengakhiri Tahun Ajaran 2019/ 2020, SD Percik meluluskan 43 siswa. Acara dihadiri oleh para pejabat terkait yaitu Kepala Sekolah, Direktur Dikdasmen Percik, Jajaran Komite Sekolah, Kepala Satuan Pelaksana Dinas Pendidikan Kecamatan Menteng Marjono, M.Pd. Selain itu hadir pula melalui zoom Kasi Dikdas dan PKLK, Dr. Agus Sulistyanto, M.Pd serta Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat 1 Slamet, M.Pd. Cukup banyak pesan yang tersirat dalam pelaksanaan agenda tahunan ini. Untuk menjaga keselamatan bersama para siswa tidak hadir serentak. Mereka hadir bergantian namun hal ini tidak mengurangi keceriahan para siswa dan juga orangtua masing-masing.

Ervin Trisworo, S.Si selaku kepala SD Percik menyampaikan beberapa hal dalam sambutannya. Ini adalah pelaksanaan wisuda virtual yang pertama kali sepanjang sekolah ini berdiri, namun hal ini tidak mengurangi hubungan jiwa antara guru, siswa dan orangtua siswa.  Pembelajaran daring dalam beberapa bulan terakhir merupakan pengalaman tersendiri  dan hal ini tidak menyurutkan semangat belajar para siswa, justru yang terjadi adalah saling menguatkan satu dengan yang lain, demikian papar kepala sekolah yang mengusung icon “Aku Anak Cerdas Kreatif dan Mandiri” itu. Dalam Tahun Ajaran 2019/ 2020 ini, 43 siswa kelas VI SD semuanya lulus dengan nilai rata-rata 88,11. Sementara Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah YPC, Drs. Susiyanto menyampaikan program Percik berikutnya adalah memberikan pembelajaran soft skill untuk para siswa. Soft Skill diperlukan sebagai bekal bagi anak-anak dalam bentuk yang lain, yaitu pembinaan mental yang lebih matang. Dengan demikian maka para siswa akan memiliki kepribadian handal, dibuktikan dengan sikap yang matang. Meski memiliki kecerdasan serta keunggulan lain, namun harus tetap bersikap rendah hati, demikian papar Susiyanto. Sementara Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat 1, Slamet menyampaikan bahwa pembelajaran dalam masa covid ini telah memaksa para pelaku pendidikan serta para siswa untuk beradaptasi dengan cara penguasaan teknologi. Bagi Percik pembelajaran daring sendiri sebenarnya sudah merupakan program dalam waktu ke depan. Kehadiran Pandemi Covid ini membuat proses berjalan lebih cepat, meski kadang masih terkendala oleh berbagai kondisi dan situasi.

LEAVE A REPLY