Beranda Edukasi SD Percik: Kreatifitas Menghadapi Pembelajaran di Masa Covid

SD Percik: Kreatifitas Menghadapi Pembelajaran di Masa Covid

3535
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Kemapanan adalah musuh utama kreatifitas, demikian kata bijak yang seringkali kita dengar. Tatkala wabah covid 19 menyebar tak tentu arah, berbagai sektor kehidupan terkena dampak yang mengerikan, mulai dari dampak langsung yaitu mereka yang menjadi korban keganasan penyakit corona, dampak tidak langsung adalah lini kehidupan yang sangat terganggu atas kehadiran covid yang tiba-tiba menyeruak ke seluruh dunia. Salah satu sektor yang sangat merasakan dampak penyebaran virus ini adalah dunia pendidikan. Dalam waktu yang mendadak para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan harus beradaptasi dengan pola-pola baru dalam melakukan transformasi ilmu. Adaptasi yang sangat menonjol adalah ketika para guru dan siswa tidak dapat melakukan pertemuan tatap muka. Sejumlah aturan kehidupan baru yang disebut new normal pun diterbitkan pemerintah untuk mencari jalan tengah agar sendi-sendi kehidupan tetap bisa berjalan dengan meminimalisir resiko, yaitu dengan menyusun protokoler dalam tata kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.

Pembelajaran tanpa tatap muka merupakan beban baru yang sangat memberatkan, baik dari sisi proses adaptasi terhadap tata cara serta metode pembelajaran maupun terhadap resiko lain seperti halnya kerepotan para orangtua siswa dan juga para siswa itu sendiri, termasuk tentunya faktor pembiayaan dengan munculnya pos-pos pengeluaran baru. Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan sistem daring (on line) juga menimbulkan beban psikologi tersendiri karena sangat berbeda dengan tatap muka yang kesemuanya bisa dilakukan dengan spontanitas serta “sentuhan” phisik dan psikis yang konkrit. Maka idealnya sekolah harus benar-benar menciptakan kreasi yang dapat mengkompensasi setidaknya meminimalisir kekurangan metode daring tersebut. Salah satunya adalah dengan menyusun proses pembelajaran yang menarik.

Untuk dapat merealisasikan itu semua tentunya perlu ide dan kreatifitas yang tinggi. Dalam kondisi seperti ini sangat diperlukan pengembangan kreatifitas dan inovasi, termasuk pendalaman pengetahuan berbagai jenis multi media, salah satunya adalah pembuatan video pembelajaran. Seperti halnya kebijakan yang diterapkan di SD Perguruan “Cikini” (Percik), para guru wajib bisa membuat video pembelajaran yang bukan saja menarik tetapi juga memperjelas penyampaian konten pembelajaran sehingga akan mudah tersimpan dalam long term memory para siswa. Penguasaan multi media di antaranya proses editing video kini seperti menjadi disiplin ilmu yang wajib dikuasai agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), lebih diminati para siswa. Untuk itu guru- guru SD Percik secara rutin mendapatkan pembelajaran yang memadai. Sejatinya ini bukan sesuatu yang mudah karena pembuatan video, juga multi media lainnya bukanlah kategori ilmu yang bisa dicerna dalam sekejap mata, terlebih di sana ada peran “seni” dalam menyuguhkan tampilan yang menarik. Namun kesadaran untuk memberikan yang terbaik kepada para siswa membuat kami harus mendalami segala pernak-pernik yang terkait dengan media PJJ secara intens, demikian Ervin Trisworo, S,Si, Kepala SD Percik. Untuk kelancaran ini semua kami dibantu secara khusus oleh Sdr Sanib yang juga salah satu pamong SD Percik yang menguasai hal tersebut.

Persoalan PJJ bukanlah sekadar persoalan penggantian waktu ataupun pertemuan semata, karena jika terus menerus menampilkan cara atau metode yang monoton, niscaya akan membosankan para siswa. Perlu terobosan-terobosan yang menarik mulai dari sekadar power point yang lengkap dan menarik sampai dengan live streaming ataupun jenis-jenis sesi lain yang diperlukan. Itu upaya kami agar PJJ tetap dapat menjamin kelangsungan transformasi ilmu, meski tetap dalam keterbatasan, demikian Ervin Trisworo mengakhiri perbincangan.

LEAVE A REPLY