Beranda Daerah PUI Sebut Pancasila Warisan Berharga yang Harus Dijaga

PUI Sebut Pancasila Warisan Berharga yang Harus Dijaga

137
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Pancasila merupakan konsensus bersama yang berhasil mempertemukan konsep Islam dan demokrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Syariah Persatuan Umat Islam (PUI) Jawa Barat, Ending Solehudin dalam Seminar Nasional dengan tema, “Islam dan Demokrasi: Merawat Etika Politik Menyongsong Pemilu Damai 2019” di Aula Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Ending, lahirnya Pancasila tidak lepas dari kontribusi besar tokoh-tokoh Islam yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BUPKI). Ia pun mengajak umat Islam untuk senantiasa selalu menjaga dan merawat NKRI dan Pancasila ini.

“Mereka (pendiri bangsa) merumuskan konsep konstitusi negara ini dari hasil sidang (BPUPKI) mereka sehingga lahirlah rancangan UUD 45 dengan pembukaan yang disebut Piagam Jakarta dan dalam Piagam Jakarta itu terdapat rumusan negara yang kemudian disebut Pancasila,” kata Ending.

Sebab itu, kata Ending, Pancasila harus tetap dijaga dan diperjuangkan karena ia merupakan warisan yang sangat berharga untuk merawat bangsa ini ke depan. Ia bercermin dari beberapa negara yang terus-menerus dilanda konflik akibat gagal mempertemukan antara konsep agama dan demokrasi.

“Kita sudah melihat dengan nyata hari ini bahwa betapa mengerikan hidup di negara-negara yang terus menerus dilanda konflik akibat gagal mencari formula yang bisa mempersatukan antara pemikiran-pemikiran, konsep keagamaan dan konsep-konsep demokrasi,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti agar tidak sampai terjadi konflik di Indonesia yang dapat memecah belah kehidupan bangsa. Terlebih, konflik terjadi karena urusan perbedaan pilihan politik pada Pilpres 17 April mendatang.

“Ini (Pancasila) warisan berharga yang harus kita pertahankan dan kita perjuangkan, tidak boleh gara-gara perbedaan pasangan calon presiden, kemudian bangsa ini menjadi terpecah belah,” katanya.

Pria yang juga Dosen Fakultas Hukum dan Syariah UIN Bandung itu, mengakui di era saat ini memiliki banyak tantangan, terutama maraknya penggunaan sosial media. Sebab itu, menurutnya, perlu ada etika dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menimbulkan masalah.

LEAVE A REPLY