Beranda Daerah Pintu Air Manggarai, Saksi Bisu Sejarah Banjir Jakarta

Pintu Air Manggarai, Saksi Bisu Sejarah Banjir Jakarta

71
0
BERBAGI

Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi Pintu Air Manggarai untuk memantau langsung kondisi debit air.

Pintu air yang terletak di Jalan Tambak, Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan ini adalah saksi bisu bencana banjir di Jakarta, bahkan sejak zaman kolonial belanda bernama Batavia.

“Karena alasan sejarah pula, Kepala BNPB dan Menko PMK mengunjungi Pintu Air Manggarai ini,” ujar Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB.

Kamis, (02/02/2020), Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, berkunjung ke Pintu Air Manggarai. Di sana juga terlihat hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pintu air manggarai adalah pemegang kendali luapan air di Ibukota. Terdiri dari dua bangunan pintu air, Pintu Air Ciliwung Lama dan Pintu Air Banjir Kanal Barat (BKB) yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda oleh Departement Waterstaatdari tahun 1920 sampai tahun 1922. Pintu air ini dibangun dua tahun setelah banjir besar yang melanda Batavia tahun 1918.

Dalam kejadian banjir-banjir besar berikutnya yang antara lain terjadi tahun 1930, 1942, 1976 hingga 1 Januari 2019, pintu air manggarai memiliki peran vital. Dan telah menjadi situs bersejarah. Setidaknya jika kita lihat dari prasasti berukuran 60 x 40 cm di pintu air bagian utara.

Prasasti itu masih asli tertulis dalam bahasa Belanda, “Door de Burgerrij van Batavia Werd Vit erkentelijk heid jegens den Ingenieur van de Waterstraat en Island Burgergelijke openbare werken van Breen out Werper en bouw meester der werken tat banjir vrij making van Batavia. De gedenkplaat aan gebracht in het jaahr MDCCCXIX nadat de eerst groate banjir was afgevoerd door het kanaal dat anvangt bij dezie sluis.”

Dalam bahasa Indonesia prasasti ini merupakan ucapan terima kasih dari warga Batavia pada seorang insinyur perairan dan tata kota, Herman Van Breen karena telah membangun pintu air tersebut dalam rangka membebaskan Batavia dari banjir pada 1918.

Menurut data resmi pemerintah, setelah Batavia mengalami kelumpuhan saat didera banjir besar pada 1918, pemerintah Hindia Belanda kemudian mengutus Van Breen untuk memecahkan masalah ini agar tidak terulang. Van Breen sendiri bekerja untuk Burgelijke Openbare Werken atau yang kini dikenal sebagai Departemen Pekerjaan Umum.

Doni Munardo, Menko PMK serta Gubernur Anies mendapat penjelasan langsung mengenai operasional pintu air Manggarai oleh Kasie Dinas Sumber Daya Air, Ika.

“Seperti biasa, pak Doni kepada teman-teman pers serta masyarakat menekankan kembali pentingnya kesadaran kolektif untuk mencegah dan menanggulangi bencana. Bencana adalah urusan bersama,” kata Egy Massadiah.

Egy menambahkan, sejarah Pintu Air Manggarai telah memberi peringatan kepada kita semua, bahwa banjir besar di Jakarta sudah terjadi bahkan sejak tahun 1600-an. Pintu Air Manggarai adalah saksi bisu bencana banjir Jakarta, sejak dahulu kala.

LEAVE A REPLY