Beranda Edukasi Percik Tancap Gas Bersama Human Plus

Percik Tancap Gas Bersama Human Plus

108
0
BERBAGI
Rapat virtual Human Plus bersama Pengurus dan Pimpinan

OASENEWS.com –¬†Tantangan institusi pendidikan dalam mengembangkan eksistensi bukan saja terletak pada persaingan akademis sesamanya, namun juga terkait dengan brand image yang mempengaruhi animo masyarakat. Dalam persoalan tertentu bahkan seringkali peran brand image itu sendiri lebih menonjol dibandingkan dengan akademik. Sementara banyak pula institusi yang menjadikan keunggulan akademik sebagai brand image, sengaja ataupun tidak. Sejatinya semua terpulang kepada style managemen masing-masing. Persoalan lain adalah bagaimana mengemas sesuatu yang menjadi ciri berharga agar bisa diterima dengan pendekatan milenial yang menjadi idola masyarakat masa kini. Sejak awal mula berdiri Percik mengusung karakter dan wawasan kebangsaan yang menjadi salah satu konten pokok dalam membina serta mendidik para siswa. Tujuannya adalah untuk melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki jiwa patriotik dan rasa cinta tanah air yang mendalam. Persoalannya apakah konten ini masih relevan dengan para siswa yang lahirnya setelah sekian puluh tahun Indonesia merdeka? Jawabannya adalah masih sangat relevan, karena negara ini membutuhkan manusia-manusia yang bukan saja cerdas cendekia namun juga bisa membuat negara Indonesia menjadi maju setara dengan negara-negara lain di dunia. Apa kata kuncinya? Adalah integritas. Hanya integritas yang tinggi disertai kapabelitas yang handallah yang akan membuat negara menjadi maju pesat.

Tim Inti dari kedua institusi. Tancap gas bersama.

Persoalan institusi pendidikan tidaklah sesederhana apa-apa yang tertulis dalam berbagai teori pendidikan. Situasi di lapangan acapkali meminta para pelaku pendidikan mampu mengambil sikap yang pas, terlebih Percik adalah sekolah swasta yang masalahnya jauh lebih kompleks dari sekolah negeri, di antaranya adalah persoalan finansial. Di sisi lain, Percik merasa perlu adanya partner berpikir yang secara lebih obyektif dapat melakukan pemotretan dari luar lingkaran. Kehadiran Human Plus diharapkan dapat membantu Percik dalam menggapai berbagai kemajuan untuk waktu kedepan. Pembahasan masalah dimulai dengan hal mendasar yang menjadi basic pergerakan keseluruhan institusi yaitu manajemen yang dimulai dengan organisasi. Sebagai langkah awal pembahasan struktur organisasi dilakukan bersama 8 (delapan) pimpinan unit yaitu TK, SD, SMP, SMA (2 unit) dan SMK (3 unit) serta Direktorat Dikdasmen, Sekretariat dan juga Yayasan sebagai Pusat Pengelolaan sekolah. Struktur Organisasi yang dilengkapi dengan deskripsi job tentunya akan memperjelas focus serta konsentrasi kerja masing-masing bagan serta menghindari overlap yang tidak perlu. Pembahasan struktur organisasi yang dipandu oleh Fay Iskandar selaku Bidang Pengembangan SDM Human Plus akan menghasilkan formulasi yang lebih tepat pada seluruh jajaran mulai dari pengurus, pimpinan, sampai dengan guru dan karyawan. Ini adalah langkah awal yang akan diikuti dengan pendalaman job deskripsi serta tugas pokok dan fungsi masing-masing bagan agar proses manajerial dapat berjalan secara lengkap menyeluruh namun tetap efektif dan efisien.

LEAVE A REPLY