Beranda Edukasi PERCIK: Pelatihan Managemen HumanPlus

PERCIK: Pelatihan Managemen HumanPlus

84
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Salah satu masalah mendasar dalam kepemimpinan adalah latar belakang seorang pemimpin yang tidak memiliki latar belakang pengetahuan managemen yang memadai. Hal ini terjadi dalam banyak institusi ataupun perusahaan. Hal mana disebabkan kebanyakan institusi merekrut karyawan dengan latar belakang pendidikan sesuai kebutuhan, apakah itu bidang teknik, administrasi, seni dan lain-lain, termasuk bidang pendidikan. Kemunculan seorang menjadi pimpinan, apakah itu kepala divisi, direktur, kepala bagian, kepala cabang, atau kepala sekolah adalah merupakan jenjang karier atas masa kerja didukung oleh kinerja dengan penilaian yang baik. Unsur pemahaman terhadap managerial tidaklah menjadi persyaratan khusus, meskipun banyak juga pimpinan yang cepat tanggap akan pentingnya pemahaman managerial untuk dapat memimpin dengan baik.

Dalam dunia pendidikan, hal inipun terjadi sama saja. Sebagian besar kepala sekolah berlatar belakang guru dengan pendidikan bidang keguruan, meski saat ini banyak juga guru yang memiliki latar belakang pendidikan teknik, seni, psikologi, sains dan sebagainya. Mereka bukanlah para sarjana managemen yang dalam proses pendidikannya mempelajari ilmu-ilmu managemen secara khusus. Hal ini acapkali berakibat proses kinerja pimpinan kurang berjalan optimal, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Banyak kepala sekolah yang kurang bersikap sebagai seorang manager, selain tugas utamanya sebagai seorang pendidik. Padahal sebagai seorang pimpinan maka tugas managerial serta merta menempel menjadi  kewajiban yang harus dijalani. Salah satu karakter pimpinan yang matang adalah jiwa entrepreneurship yang memadai. Kepala Sekolah tidaklah sekadar berpikir tugas-tugas keguruan dalam seperti halnya tugas menyusun RPP untuk para guru, akan tetapi juga memikirkan faktor-faktor lainnya seperti jumlah siswa yang harus terpenuhi agar biaya gaji dan operasional tercukupi, bahkan ada sisa hasil usaha yang positif (surplus). Barangkali bagi sekolah-sekolah negeri hal tersebut tidak terlalu berefek secara langsung. Kalaupun ada efeknya maka terbatas pada penilaian kinerja kepala sekolah. Berbeda dengan sekolah swasta yang mensyaratkan ketercapaian jumlah siswa agar finansial sekolah berada dalam kondisi yang memadai. Maka dengan demikian sekolah akan leluasa dalam mengembangkan program-program kegiatannya. Sekolah bukan saja survive namun bisa berkembang lebih jauh dalam berbagai bidang.

Sebagai sekolah swasta, sudah jelas Percik memandang penting hal ini. Dalam menjalin kerjasama dengan PT HumanPlus, salah satu kegiatannya adalah Pelatihan Managemen yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk memahami hal-hal bersifat managerial, meski baru terbatas hal-hal yang mendasar saja. Yohanes Budi Purwanto selaku pembicara menyampaikan, setidaknya ada beberapa hal pokok yang wajib dipahami oleh para pimpinan di antaranya standart, pemahaman managerial, sistem dan goal. Dalam hal pencapaian standar, seorang pimpinan bukanlah sekadar bicara standar pemenuhan (ada atau tidak ada/ terpenuhi atau tidak terpenuhi) atas rencana kerja, namun hendaknya lebih dalam dari hal tersebut adalah seberapa jauh pemenuhan dapat dicapai? Artinya seorang pimpinan sudah harus berpikir target kerja. Pemahaman managerial mengharuskan para pimpinan mempunyai minimal 2 (dua) tugas pokok yaitu sebagai seorang pendidik dan seorang manager sekaligus. Sebagai seorang pendidik tugas utamanya adalah mendidik para siswa, memimpin guru-guru dalam menjalankan misi pendidikan dengan segala implementasinya. Sebagai seorang manager, pimpinan harus benar-benar memikirkan segala hal yang terkait dengan survival serta pengembangan institusi dalam segala  bidang. Dalam hal ini seorang pimpinan harus memiliki jiwa entrepreneurship yang memadai. selanjutnya para pimpinan harus memiliki pola kerja yang tersistem. Segala aktifitas dan pemikirannya selalu dimulai dengan rencana dilanjutkan dengan tindak lanjut, kemudian melakukan evaluasi serta mengadakan perbaikan sesuai hasil evaluasi. Hal penting lainnya adalah pentingnya goal atau tujuan yang akan dicapai. Pimpinan yang baik mempunyai goal yang akan menjadi arah/ target atas segala langkah yang dilakukan. Goal yang direncakan meliputi segala bidang kerja yang akan mendukung pergerakan institusi dalam mencapai visi.

LEAVE A REPLY