Beranda Edukasi Percik: Hadirkan Pembaharuan Bersama PT Human Plus Institute

Percik: Hadirkan Pembaharuan Bersama PT Human Plus Institute

178
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Persaingan antar sekolah dewasa ini mengharuskan institusi pendidikan berlomba-lomba memperbaiki kualitas serta membangun image dengan caranya sendiri-sendiri. Demikian juga bentuk pengembangan institusi yang dilakukan dengan cara berbeda-beda. Sebagiannya melakukan focus pengembangan dengan melakukan eksplorasi, mendirikan cabang, baik yang langsung di bawah institusi pusat maupun pendirian cabang bersama partner institusi. Sementara institusi lainnya lebih memilih focus ke dalam dengan pengembangan kualitas untuk dapat memberikan mutu pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Tak sedikit pula institusi pendidikan yang berlatar belakang keyakinan agama yang tentunya memiliki visi pendalaman agama selain dari program-program akademis. Persaingan semakin ketat ketika pemerintah menurunkan kebijakan pembebasan uang sekolah bagi para siswa, ditambah lagi dengan pembangunan gedung-gedung sekolah yang megah dengan fasilitas yang memadai.

Pada akhirnya institusi pendidikan yang menyajikan performa terbaik akan tetap diminati oleh masyarakat meski dengan biaya yang tidak murah. Sebaliknya institusi yang tidak memperhatikan kualitas melalui program-programnya akan ditinggalkan oleh masyarakat. Sudah cukup banyak sekolah swasta yang tidak bisa lagi menjalankan operasional kegiatan sekolah karena animo masyarakat yang terus berkurang sampai pada titik kulminasi terendah yang berdampak signifikan terhadap faktor finansial. Hal ini diperparah lagi dengan kehadiran pendemi covid 19 yang sangat mengganggu interaksi antara sekolah dengan para stake holdernya.

Yayasan Perguruan “Cikini” mengamati fenomena ini dengan seksama. Sebagai institusi pendidikan yang sudah berdiri sejak 1942, lembaga yang berlebel sekolah kebangsaan ini bersikap pro aktif dalam mengembangkan institusi dengan memanfaatkan segenap potensi yang dimiliki. Yayasan yang menaungi 9 institusi pendidikan formal yang tersebar di 4 (empat) lokasi ini (Cikini – Plumpang – Durentiga dan Srengseng Sawah) tak henti menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada para siswa di samping pengembangan akademis dengan berbagai pendekatan yang sesuai perkembangan jaman. Tujuannya adalah melahirkan siswa dengan kualitas akademik yang handal namun tetap memiliki nilai moral kebangsaan yang memadai. Ini adalah pesan yang sangat penting karena kecerdasan dan kepandaian yang tidak dibarengi dengan nilai-nilai moral sangat berpotensi merusak tatanan kehidupan dengan berbagai bentuk kejahatan.

Akan halnya kualitas pendidikan, sekolah ini memiliki prestasi yang cukup reputatif, sebut saja SMK yang tersertifikasi ISO 9001 : 2008 yang di Re Certification pada 26 Nopember 2011, juga merupakan satu di antara beberapa sekolah swasta yang sejak 2017 diikutsertakan dalam program Revitalisasi SMK, Pun SMK Musik yang selalu menampilkan Nilai UAN ranking atas (5 besar Jakarta Selatan, di antaranya perolehan nilai tertinggi, 10 besar Tingkat DKI dan tentunya prestasi musiknya dalam skala nasional maupun internasional).  Demikian juga dengan unit-unit lain dengan prestasi masing-masing. Namun demikian, berbagai perkembangan yang terjadi dengan fenomena perubahan dalam putaran waktu yang demikian cepat, membuat Percik harus benar-benar waspada, utamanya dalam melakukan proses adaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi secara continue.

Selasa, 8 Agustus yang lalu, Yayasan Perguruan “Cikini” menjalin kerjasama dengan perusahaan konsultan PT Human Plus Institute untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa. Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus YPC, Budiono Kartohadiprodjo didampingi oleh Bendahara Amendi Nasution serta Anggota Bidang Pemberdayaan Asset Triawan Saleh. Sementara dari PT Human Plus Institute hadir Armala (President Director), Yohanes Purwanto (Project Director), Fay Iskandar (People and Development Specialist) beserta team lengkap. Salah satu sasaran dari kerjasama ini adalah re branding sekolah yang saat ini memiliki total jumlah siswa 3.140 tersebar ke dalam 8 (delapan) unit di Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut. Tentu kesemuanya dilakukan dengan tidak menginggalkan ciri sebagai sekolah kebangsaan dengan segala atribut yang ada. Demikian penekanan Budiono yang seringkali memberikan pesan moral kepada segenap warga Perguruan “Cikini” bahwa kita ini berhutang besar kepada para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita juga berhutang kepada rakyat yang semasa perang kemerdekaan tak henti-hentinya memberikan support logistik maupun bantuan lainnya kepada para Tentara Nasional Indonesia.

Bentuk kerjasama itu sendiri adalah pemetaan permasalahan pada seluruh bagan yang ada mulai dari pengurus sampai dengan seluruh unit untuk menganalisa solusi apa yang harus dilakukan. Tujuan akhirnya adalah peningkatan perkembangan sekolah secara signifikan baik secara kualitas maupun kuantitas. Ketua Team Satuan Tugas dari Percik, Gito Suroso, M.Si menyatakan ini adalah momentum yang baik bagi unit-unit untuk melakukan pembenahan, utamanya unit-unit yang sedang mengalami penurunan animo masyarakat. Satuan Tugas team ini terdiri atas 3 (tiga) unsur besar yaitu Sekretariat, Direktorat Dikdasmen beserta Para Pimpinan Unit.

Project Director PT Human Plus Institute Yohanes Purwanto menyatakan bahwa Human Plus bukanlah sekadar bertugas sebagai konsultan. Kami lebih dari itu, apa yang akan kami lakukan adalah selain memetakan permasalahan yang ada, seraya mengungkap solusi untuk mencari jalan keluar kami akan turut serta berada dalam team kerja untuk secara intens melakukan perbaikan bersama-sama. Berbeda dengan perusahaan konsultan yang job nya sekadar memberikan advis, demikian paparnya.

LEAVE A REPLY