Beranda Edukasi Nuansa Cross-Culture yang sangat memukau pada gelaran Konser SMK Musik Perguruan Cikini...

Nuansa Cross-Culture yang sangat memukau pada gelaran Konser SMK Musik Perguruan Cikini Jakarta

7263
0
BERBAGI

Oasenews.com – Malam tadi tepatnya Jumat 29 November 2019 malam, menjadi sebuah momentum yang sangat jarang ditemui oleh penikmat musik indonesia, karena pada malam tadi SMK Musik Perguruan Cikini sangat berani membuat sebuah pagelaran musik dengan konsep acara yang sangat kreatif namun beresiko karena tidak semua orang awam akan suka dengan konsep musik Cross-Culture.

Cross-culture sendiri adalah sebuah konsep musik dimana sebuah genre musik dipadupadankan dengan genre musik lainnya, pada pagelaran musik yang berjudul “LEMBAYUNG” ini SMK Musik Perguruan Cikini berani bereksperimen dengan genre musik tradisi betawi yaitu gambang kromong dan gamelan jawa dipadukan dengan Genre musik klasik Eropa dan tentunya combo band, yang menjadi menarik adalah lagu yang disuguhkan adalah lagu pop yang tidak asing ditelinga masyarakat awam seperti Black Pink, Bon Jovi, Naif, Yovie Widiyanto, Chrisye, dan lain-lain.
Arransemen musik digarap sedemikian rupa sehingga antara musik tradisi indonesia dan musik eropa tersebut berpadu dengan sangat harmonis meciptakan alunan musik yang sangat estetik dan eksotik, sungguh sebuah maha karya yang lahir dari ide kreatif siswa-siswi SMK Musik Percik, layaknya seperti mata air ditengah kegersangan dunia musik yang sekarang sedang melanda musik indonesia.

Sesuai dengan Judul acara yaitu “Lembayung”, yang berarti sebuah momentum peralihan waktu antara tenggelamnya matahari dilautan, pada momen tersebutlah muncul sebuah keindahan warna pada langit yang tidak biasanya kita lihat, beragam warna seperti violet, orange, magenta muncul pada megahnya langit, seperti itulah filosofis yang tepat untuk menginterpretasikan pagelaran ini, ucap Fandi Prinandadita, S.Sn selaku pembimbing konser kali ini.

Acara tersebut dihadiri juga oleh musisi-musisi legendaris indonesia. Seperti tanggapan dari Yaya Moektio (drummer band legendaris indonesia – Godbless) “konser kali ini membuat saya terpukau, dengan umur yang sangat belia mereka bisa membuat sebuah konser musik yang sangat luar biasa dan unik, selain itu kemampuan mereka dalam memainkan instrumen sangat matang”.
Senada dengan Yaya Moektio, salah satu arranger terbaik indonesia yaitu Raidy Noor memberi tanggapan “konser kali ini luar biasa, arransemen dan konsep yang tidak terbayangkan, dan sangat menghibur” ucap Raidy Noor.

Selain dihadiri musisi-musisi legendaris indonesia pada momen tersebut juga dihadiri oleh Aldo Sianturi selaku Chef Operating Officer – Billboard Id, “Saya sangat excited melihat konser ini, dan hati saya tergerak melihat sebuah sekolah musik yang bermutu seperti ini namun belum banyak orang tahu bahwa ternyata di Jakarta terdapat sekolah musik sebagus ini, saya rasa kedepannya kita akan berkolaborasi untuk menggaungkan nama sekolah ini di dunia musik Indonesia” ucap Aldo Sianturi.

“Inilah yang menjadi pembeda antara tempat kursusan musik konfensional dengan SMK Musik, jika di tempat kursus hanya diajarkan praktik bermain musik saja sedangkan di SMK Musik Percik sendiri siswa selain diajarkan praktik bermain musik, siswa juga diajarkan mengenai teori fundamental, sejarah musik, wawasan seni, harmoni, analisis, orkestrasi, arransemen, organologi bahkan hingga musik digital siswa diajarkan, pada masa ini yang dibutuhkan itu bukan musisi yang hanya bisa main musik saja, tapi dibekali dengan kemampuan akademis, wawasan luas, serta mampu bersaing di era industri digital, hard dan soft skill menjadi kewajiban yang harus dimiliki siswa, selain itu kemampuan dalam berinovasi dan kreativitas merupakan kunci kesuksesan yang kelak akan menjadi modal kuat siswa dalam berprofesi sebagai musisi, dan yang terakhir adalah kedisiplinan dan etitude yang baik, sejauh itulah jarak perbedaan antara lulusan kursusan konfensional dengan lulusan SMK Musik yang memang tujuan utamnya yaitu mendidik dan mencetak musisi yang sangat siap terjun di industri musik” ucap Adi Putra, S.Pd selaku kepala sekolah SMK Musik Perguruan Cikini.

Sesuai dengan harapan seluruh jajaran yang terlibat, respon seluruh penonton sangat baik dan terlihat sangat puas dengan pertunjukan musik ini, terlihat dari tanggapan-tanggapan penonton bahkan tidak sedikit dari penonton maju kedepan pangung untuk ikut bernyanyi dan larut dalam euforia malam tadi.

LEAVE A REPLY