Beranda Edukasi Mengenal sosok Hari Poerwanto

Mengenal sosok Hari Poerwanto

280
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Menamatkan Pendidikan Seni di Sekolah Pascasarjana Bidang Pengkajian Seni Urban – Institut Kesenian Jakarta.  Disiplin ilmu Musik pertama diterimanya saat mengenyam pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri 1 di bawah arahan Ibu Meinar (Alm), salah satu tokoh pendidikan musik di Indonesia. Ketika teman-teman sejawatnya melanjutkan pendidikan di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP), kini UNJ, Hari Poerwanto lebih memilih mendalami ilmu musiknya di Institut Kesenian Jakarta. Belajar Komposisi dan Ilmu Harmoni di bawah arahan Marusya Nainggolan. Prestasi belajar yang  baik membuatnya direkrut sebagai assisten dosen bidang arransmen dan orkestrasi. Institut Kesenian Jakarta juga memberinya peluang yang lebih banyak untuk dapat mengembangkan diri, termasuk di antaranya mendapatkan bea siswa mengenyam pendidikan pada program pascasarjana.

Kariernya dalam pendidikan musik dimulai dengan mengajar musik di TK dan SD Perguruan “Cikini”. Prestasi mengajar yang baik, berulang kali memenangkan perlombaan musik dalam skala propinsi maupun nasional, membuatnya mendapatkan tugas yang lebih berat, mendirikan Orkes Simfoni Perguruan “Cikini” (Percik) yang ditekuninya sejak 1989 hingga saat ini. Pada 1994, mendapat tugas untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Musik Percik, institusi berbentuk kursus musik dengan berbagai program-program konser yang menarik. Perjuangannya dalam menyelenggarakan konser yang hingga kini sudah berjalan memasuki tahun ke 30 (tiga puluh), layak mendapatkan apresiasi bersama. Pasalnya managemen konser musik bagi anak-anak dan remaja (pelajar dan mahasiswa) begitu rumit, mulai dari mempersiapkan repertoar, mengingkatkan kualitas permainan anggota, keanggotaan orkes yang “datang pergi silih berganti” sampai dengan memikirkan sumber dana yang cukup besar. Hanya keyakinan akan pertolonganNya lah yang membuat Hari begitu gigih dalam berjuang. Ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja dan berkarya membuatnya dipercaya oleh beberapa instansi seperti halnya pernah bertugas mengampu mata kuliah Orkestrasi di Universitas Pelita Harapan, mendapatkan tugas sebagai Dekan di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (2008 – 2016), mengajar komposisi dan arransmen/ orkestrasi yang dijalaninya hingga saat ini, selain dari mengajar siswa siswi SMK Musik Percik, institusi yang dirintisnya sejak 2005, dan kini menerapkan sistem boarding school. Kerja keras serta ketekunan dalam mengungkap berbagai ide maupun gagasan membuatnya dipercaya untuk mendapatkan tugas sebagai Wakil Direktur Bidang Pengembangan di Yayasan Perguruan “Cikini”, sejak 2011 hingga kini.

Konser Tribute to Koes Plus, 29 April 2019 Konsistensi memaintance kelangsungan konser
Konser Tribute to Koes Plus, 29 April 2019
Konsistensi memaintance kelangsungan konser

Sepak terjangnya dalam bidang musik, antara lain mendapatkan kepercayaan dari Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat memimpin Konser Mengenang Karya Ismail Marzuki (2010 sampai dengan 2012), Music Director daan Conductor dalam acara HUT Rumah Sakit Jakarta (2013), Memimpin Konser Musik Batavia Fanfare Tribute to Benyamin Sueb (2018), juga Konser Percik Extravaganza 2019 Tribute to Koes Plus yang baru saja dilaksanakan pada 29 April 2019, Team Juri Lomba Jinle Pilkada DKI Jakarta (2017), Team Juri Lomba Jingle Pemilu Serentak KPU (2018), Team Juri Lomba Vocal Indonesian Contact Talent, Juri Tingkat Nasional Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) untuk bidang Memainkan Alat Musik Modern. Tentu saja semua dijalaninya diantara kesibukan mempersiapkan konser Cikini Klasika dan Percik Extravaganza yang menjadi agenda rutin Orkes Simfoni Perguruan “Cikini” yang dipimpinnya.

Kini siswa siswi yang dibinanya sudah banyak yang aktif sebagai musisi eksis (khususnya permain orkes), juga instrumentalis serta penyanyi. Usahanya perlahan mulai membuahkan hasil, sebuah upaya untuk memberikan pendidikan musik yang berkualitas bagi para generasi muda.

 

LEAVE A REPLY