Beranda Edukasi “Link And Match” – Salah Satu Kata Kunci Keberhasilan SMK Percik

“Link And Match” – Salah Satu Kata Kunci Keberhasilan SMK Percik

54
0
BERBAGI
SMK Perguruan Cikini..mengantar siswa menggapai cita

OASENEWS.com – Istilah Link and Match begitu popular dalam beberapa dasa warsa silam, tepatnya 1993 – 1998. Saat itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Bapak Wardiman Djojonegoro yang menghendaki agar terjadi korelasi yang signifikan antara lulusan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang relevan. Latar belakangnya adalah adanya keluhan dari Dudi terkait dengan para lulusan SMK yang tidak siap pakai, artinya mereka harus memberikan pelatihan secara khusus bagi para lulusan dimaksud agar benar-benar siap bekerja.

Sangat penting membangun relasi mutualisme bersama industri besar berskala internasional

Sayangnya kosa kata ini perlahan menghilang dari dunia pendidikan, padahal dalam kesinambungan penelusuran alumni sebuah SMK, secara nyata masih menuntut adanya kondisi tersebut secara memadai. Konkritnya para lulusan SMK yang siap bekerja dan selalu siap beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi, maka merekalah yang terdahulu mengisi lapangan kerja yang tersedia. Beruntung SMK Perguruan “Cikini” (Percik) memperhatikan betul soal ini. Link and Match tidak saja dimaknai sebagai sebuah korelasi antara produk sekolah berupa lulusan dengan kebutuhan pasar, namun juga bagaimana menjamin relasi antara sekolah dengan Dudi dimaksud. Termasuk di dalam wilayah relasi adalah Praktek Kerja Lapangan, Magang, Pelatihan dan yang tidak kalah penting adalah rektuitmen para lulusan. Maka tidak heran kalau para lulusan SMK yang berlokasi di wilayah Plumpang ini 85 persen di antaranya diterima bekerja, 15 persen sisanya memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pelatihan cat semprot – wira usaha cat dan duco? Mengapa tidak.

Para siswa di sekolah ini juga mendapatkan arahan agar mereka memilih lapangan kerja dengan “target” yang realistis, sesuai kemampuan masing-masing. Bagi siswa yang kemampuannya biasa-biasa saja tidak disarankan untuk melamar ke industri besar taraf internasional, begitupun sebaliknya mereka yang memiliki kemampuan memadai akan dibimbing dan diarahkan untuk dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan besar kelas dunia. Upaya maksimal yang kami lakukan adalah bagaimana menjalin relasi yang sebanyak-banyaknya dengan harapan dapat menyerap para lulusan dengan jumlah yang signifikan, sehingga visi dan misi kami sebagai SMK benar-benar tercapai dengan maksimal. Saat ini kami menjalin kerjasama dengan puluhan mitra institusi dari dunia industri dalam berbagai skala. Sebutlah PT Astra International – UD Truck, PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Auto 2000, PT Astrido Toyota, PT Indofood Bogasari Flour, PT. JIEAC, PT Wuling, PT JICT serta puluhan mitra lainnya, demikian papar Murbiyanto, S.Pd, Wakil Kepala Bidang Hubungan Industri SMK Percik.

Pro aktif memberikan pengarahan kepada para siswa untuk mendapatkan pekerjaan terbaik sesuai kapasitas masing-masing.

Hubungan dengan dudi menjadi lebih sempurna manakala merupakan bentuk sinergi mutualisme. Artinya pihak sekolah diuntungkan dengan track record tracer study yang baik dan memadai, sementara dunia industri mendapatkan tenaga kerja yang cerdas dan handal untuk memajukan serta mengembangkan perusahaan semaksimal mungkin. Tahun lalu kami baru saja memberangkatkan 83 siswa mengikuti magang di PT JIEAC – Jepang dan kini sebagian besar dari mereka bekerja di perusahaan tersebut, ungkap Rifat, M.Pd, Kepala SMK Perguruan “Cikini”.

Kembali kepada Link and Match, setelah lebih dari 20 tahun tak terdengar, datang juga pencerahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim yang dalam salah satu episode Merdeka Belajar kembali menyebut-nyebut link and match. Sebagai orang yang banyak berkecimpung di lapangan Mas Menteri sangat memahami betapa hal tersebut perlu mendapatkan perhatian yang memadai dari pelaku pendidikan. Bukan hanya itu bahkan beliau juga menyampaikan bahwa proses akreditasi perguruan tinggi sebaiknya melibatkan dunia industri sebagai pengguna para lulusan. Dan jika ini benar-benar direalisasikan bisa dipastikan dunia pendidikan Indonesia sudah melangkah maju meski baru setapak.

LEAVE A REPLY