Beranda Headline Laporan Warga Kelurahan Kayumerah TPS 05 :Pelanggaran Pemilu.

Laporan Warga Kelurahan Kayumerah TPS 05 :Pelanggaran Pemilu.

300
0
BERBAGI

Foto: suasana pencoblosan di TPS 05 Kelurahan Kayumerah.

Oase,Ternate-Terdapat dugaan pelanggaran dan kesalahan penyelenggara KPPS kelurahan Kayu Merah pada TPS 05, RT 06 RW 02, Rabu,(14/02/24)

Pantau awak media menjelang pencoblosan berjalan dengan baik. Tetapi kemudian suasana di TPS 05 mulai berubah, karena 3 warga yang berstatus sebagai warga setempat RT 06 yang namanya tidak diangkut atau tidak terdaftar di surat suara Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

Saat, meminta keterangan pada Ketua KPPS dan anggota KPPS dengan keterangan surat suara terbatas dan hanya memiliki 6 surat suara tersisa. 

“Surat suara terbatas karena surat suara yang didistribusikan disesuaikan dengan DPT, dan kemungkinan hanya tersisa 6 surat suara” keterangan ketua KPPS Alwia Karim. 

Sementara, terdapat dugaan pelanggaran oleh Kpps TPS 05 saat mengambil Surat suara yang dalam surat berisi nama peserta pemilihan berukuran kecil dengan menggunakan pensil, hal ini kemudian didiamkan sampai awak media mendapat informasi dari warga yang menerima surat suara yang sudah ditandai itu. 

“iya benar, saya mendapat surat suara itu sudah ditandai berisi nama saya, berukuran kecil menggunakan pensil yang berisi nama sapaan saya (Acha), hanya saja saya sudah melaporkan sehingga digantikan dengan yang baru” Ucap warga yang namanya ditandai di surat suara.

Foto: Gambar diambil usai istirahat makan siang dan beberapa Suara saling acak.

Pada pukul 08:15 Wit saat Rekapitulasi suara pada TPS 05, RT 06, terjadi kesalahan (Tumpang tindih) surat suara, sehingga beberapa Suara saling acak. Mengenai keacakan beberapa surat tersebut, tidak dibenarkan oleh pengawas TPS dan tidak menerima laporan mengenai surat yang ditandai, dan bukannya memberikan keterangan malah, pengawas TPS melarang Media/ wartawan dislokasi TPS. 

“kamu sebagai siapa? Tanya pengawas TPS, saya dari media/wartawan mendapatkan laporan dari warga bahwa, namanya yang sudah diberi nama berukuran kecil dengan menggunakan pensil. Bukanya menjawab, tetapi membuat  larangan bagi wartawan. di lokasi TPS khusus pengawas dan pemilih yang sudah teregistrasi wartawan dilarang di lokasi TPS” Ucap Dewi wulandari pengawas TPS 05. 

Lanjut, “dan saya tidak menerima laporan mengenai suara suara yang ditandai itu, kalau ada surat suara itu pasti mereka sudah melaporkan ke saya sebagai pengawasan TPS” ucapannya. 

Padahal, dalam Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, larangan tersebut hanya berlaku bagi calon pemilih. Itu pun berlaku ketika calon pemilih telah melakukan Registrasi di TPS.

Tujuan adanya larangan membawa sarana perekam ke dalam TPS itu untuk menjaga asas kerahasiaan dari pemilu. Pihak yang bertanggung jawab dalam persoalan ini adalah penyelenggara pemilu, baik dari pihak KPPS yang berada di bawah kendali KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pengawas. 

Pasalnya pantau media saat pencoblosan berlangsung di TPS 05 RT 06 kelurahan Kayu Merah banyak sekali tidak berkepentingan ikut masuk memenuhi Lokasi TPS, saksi yang bukan mandat partai, pemilih yang belum teregistrasi. 

Terpisah, ketika Rekapitulasi selesai, Ketua KPPS Alwia Karim saat dimintai keterangan menyangkut dengan nama yang sudah ditandai, tidak berkomentar apa-apa. 

“saya no coment, saya Lelah” ucapnya. 

“Ketua Panwaslu kelurahan kayumerah, Rizky Assagaf menyarankan agar besok ke Panwascam untuk meminta keterangan pada penyelenggaraan tingkat kecamatan” Tutup.

Editor : Muhid

Reporter : Haerun

LEAVE A REPLY