Beranda Edukasi Kunjungan ke Prodi Pendidikan Musik UNY: Penuh Makna Dan Harapan

Kunjungan ke Prodi Pendidikan Musik UNY: Penuh Makna Dan Harapan

191
0
BERBAGI

Hampir seluruh pelaku pendidikan seni musik di negeri ini menyampaikan pendapat yang sama tentang perlunya penataan sistem pendidikan serta pembinaan musik kepada para siswa agar kesemuanya bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Salah satu konten yang paling menonjol adalah munculnya mata pelajaran Seni Budaya yang hingga saat ini belum mendapatkan solusi yang hakiki. Pasalnya mata pelajaran tersebut menyatukan beberapa disiplin ilmu yaitu Seni Musik, Seni Tari, Seni Lukis, juga Seni Teater yang berada di bawah penguasaan seorang guru. Tanpa disadari disini telah terjadi pemaksaan akademis untuk seorang guru bisa menguasai lintas disiplin ilmu di atas, padahal ketika menuntut ilmu di perguruan tinggi seorang mahasiswa hanya mendalami salah satu disiplin ilmu seni. Maka tak urung pemaksaan ini pada akhirnya menghasilkan pendangkalan substansi. Bagi yang memahami disiplin ilmu seni, mempelajari sebuah ilmu seni perlu fokus serta kedalaman berpikir, terlebih jika harus memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lalu, bagaimana bisa seseorang bisa menguasai berbagai disiplin ilmu seni sekaligus? Logikanya jikapun seseorang harus mempelajari berbagai ilmu seni dengan durasi yang sama sebagaimana mempelajari satu disiplin ilmu, silakan Anda camkan seberapa jauh pendalaman serta pengkajiannya bisa dilakukan. Demikian salah satu wacana diskusi yang menarik saat Direktur Dikdasmen Yayasan Perguruan “Cikini” (YPC) Drs. Susiyanto, didampingi Wakil Direktur Hari Poerwanto, M.Sn berkunjung ke Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Adapun kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menjajagi kemungkinan melakukan kerjasama dalam berbagai bentuk, baik formal maupun informal antara SMK Musik Perguruan “Cikini” (Percik) dengan Prodi Musik FBS UNY seperti halnya kerjasama akademis yang memungkinkan terbukanya peluang bagi para siswa yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke Prodi Pendidikan Musik FBS UNY.

Pun kerjasama dalam bidang lain seperti pengabdian masyarakat, penyelenggaraan Konser Persahabatan ataupun kegiatan lain. Kehadiran perwakilan Percik mendapat sambutan hangat dari Dekan FBS UNY Prof. Endang Nurhayati, M. Hum, Ketua Program Studi Pendidikan Musik FBS UNY Dr Ayu Niza Machfauzia, M.Pd, Kepala Unit Kerjasama, Humas dan UUIK FBS Erna Andriyanti, Ph.D serta Para Dosen Prodi Pendidikan Musik UNY.

Usai mendengar sambutan serta pengarahan dari Dekan FBS UNY, sesi dilanjutkan dengan memperkenalkan profile institusi masing. Susiyanto menyampaikan profile Sekolah Percik pada umumnya, sedang Hari Poerwanto yang juga Komandan SMM Boarding School menyampaikan berbagai konten serta metode pembelajaraan SMK Musik Percik yang sejak 2012 memberlakukan sistem boarding school dengan 3 (tiga) misi pokok yaitu Pendalaman Hard Skill sebagai bekal wawasan keilmuan, Pendalaman Soft Skill sebagai bekal kehidupan bermasyarakat serta Pendalaman spiritual sebagai insan yang beriman. Sementara Dr Ayu Niza Machfauzia, M.Pd selaku Kaprodi Pendidikan Musik UNY menyampaikan beberapa keunggulan dari sistem pendidikan musik di UNY dalam mempersiapkan mahasiswa memiliki daya saing yang memadai antara lain penekanan disiplin dalam proses pembelajaran meliputi presensi kehadiran serta perkembangan akademis pada umumnya.

Satu hal yang cukup menarik adalah penyusunan kurikulum serta silabus yang cenderung “Out Of The Box” dengan sistem double track dalam memberikan kemampuan akademis kepada para siswa. Di satu sisi sebagai disiplin ilmu Pendidikan Seni Musik, para mahasiswa dipersiapkan menjadi seorang guru/ pendidik yang akan memberikan berbagai konten pembelajaran musik di sekolah, baik dalam kapasitas sebagai hard skill maupun live skill, namun disisi lain melihat keterbatasan peluang untuk menjadi guru (karena mata pelajaran seni musik hanya mendapatkan durasi 2 jam/ minggu, itupun harus berbagai dengan ilmu seni lainnya sebagai sub mata pelajaran seni budaya), maka UNY juga mempersiapan mahasiswa menjadi seorang musisi yang handal. Konsekuensinya prodi ini tetap menyediakan perkuliahan “mayor” sesuai pilihan instrumen masing-masing. Tentu saja kesemuanya didukung dengan fasiltas yang memadai seperti halnya Gedung Pertunjukan serta studio yang sangat memenuhi persyaratan. Ini adalah terobosan yang brilian dalam upaya menghadapi kebutuhan pasar, dipadukan dengan kondisi real yang terjadi di tengah masyarakat.

Pada akhirnya kunjungan ke UNY memberikan pencerahan untuk dalam waktu selanjutnya dilakukan berbagai bentuk kerjasama dengan prinsip mutualisme yang maksimal.

LEAVE A REPLY