Beranda Edukasi KUNJUNGAN KE LEMHANNAS : UPAYA MENGUATKAN IDENTITAS SEBAGAI SEKOLAH KEBANGSAAN

KUNJUNGAN KE LEMHANNAS : UPAYA MENGUATKAN IDENTITAS SEBAGAI SEKOLAH KEBANGSAAN

3468
0
BERBAGI

Sepanjang berdirinya sejak 1942 hingga sekarang, salah satu misi terpenting dari Sekolah Perguruan “Cikini” adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan. Maka ditetapkanlah bahwa salah satu identitas Percik adalah Sekolah Berwawasan Kebangsaan. Ini tidak terlepas dari keberadaan sekolah ini yang berdiri sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 1942. Mulanya sekolah ini didirikan dalam bentuk Kursus Bahasa Indonesia yang didirikan oleh Ibu Pandu Suradhiningrat. Andil institusi ini begitu besar dalam mendidik anak-anak bangsa di bawah penjajahan bangsa Jepang. Terlebih saat itu Bahasa Indonesia bukan saja perlu diajarkan namun juga perlu dikembangkan, mengingat Bahasa Indonesia bukan semata sarana komunikasi, namun juga sebagai identitas sekaligus alat pemersatu bangsa yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras.

Berbagai program penguatan nilai-nilai kebangsaan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang relevan, di antaranya adalah kegiatan Bela Negara. Kegiatan Bela Negara sudah sampai pada pembentukan Korps Bela Negara Perguruan “Cikini” yang dimulai ada 2016. Proses Pelatihan Bela Negara dilaksanakan di Kampus Plumpang diikuti oleh Perwakilan Siswa SMP, SMA, SMK1, SMK2 dan SMK3 Perguruan “Cikini” sebanyak 50 Peserta. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Koprs Resimen Mahasiswa Indonesia yang diketuai oleh Ir Budiono Kartohadiprodjo. Selanjutnya pada Oktober 2021, Perguruan “Cikini” mengirim 10 guru dari SD, SMP, SMA, SMK1, SMK2 dan SMK3 untuk mengikuti Pelatihan Bela Negara yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan dan Keamanan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bela Negara. Pelatihan berlangsung di Pusdiklat Hankam, Rumpin, Bogor. Materi Pelatihan meliputi Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Kedisiplinan, Proxy War, Strategi Bela Negara serta materi lain yang relevan dengan Aktifitas ataupun Korps Bela Negara. Namun demikian karena Pendidikan Bela Negara akan diberikan kepada para siswa kelas 1 hingga kelas 12, ada kendala signifikan dengan kelengkapan Silabus Bela Negara dengan segala materi pembelajarannya.

Untuk itu pada 1 September 2022 Percik mencoba mengadakan audiensi dengan Gubernur Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional). Tujuannya adalah meminta masukan terkait kelengkapan Nilai-Nilai Kebangsaan termasuk di dalamnya silabus Pendidikan Bela Negara, terlebih pada saat ini Kemendikbudriset telah menetapkan pembentukan pribadi Pelajar Pancasila sebagai salah satu misi dalam Kurikulum Merdeka. Pertemuan berlangsung di Ruang Nusantara I, gedung Trigatra Lemhannas. Ketua Yayasan Perguruan “Cikini”, Budiono Kartohadiprodjo hadir bersama Sekretaris YPC, Dr Setiawan Nazir, Direktur dan Wakil Direktur Dikdasmen YPC serta Ketua dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Perguruan “Cikini”. Sedang Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto didampingi oleh Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan RI, Laksda TNI Edi Sucipto, SE, MM, M.Tr. Opsla dan Kepala Biro Kerjasama dan Hukum Lemhannas RI, Laksamana TNI Deny Septiana, S.A.P, M.A.P.

Budiono menyampaikan bahwa kunjungan bermaksud meminta masukan terkait penanaman rasa cinta tanah air kepada para siswa. Percik menghendaki agar para alumni memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Sementara Andi Widjajanto menyampaikan bahwa saat ini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah memiliki modul-modul penanaman nilai Pancasila yang akan diberikan kepada para siswa. Saat ini Kemendikbudristek tengah memproses hal tersebut sebagai materi yang relevan dengan Profile Pelajar Pancasila.

Perkembangan jaman seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang berdampak atas popa pikir maupun perilaku para siswa. Di antara langkah optimisme dalam menatap masa depan, kita tetap tidak boleh lupa dengan peristiwa sejarah, karena apa yang ada pada saat ini adalah hasil dari perjuangan masa-masa sebelumnya.

LEAVE A REPLY