Beranda Headline Jubir Kampung Keliling Wilayah NTB Kampanyekan Program AMIN

Jubir Kampung Keliling Wilayah NTB Kampanyekan Program AMIN

40
0
BERBAGI

Oase,Lombok — Gerakan Jubir Kampung yang diinisiasi Juru Bicara Timnas Anies Baswedan Muhamaimin Iskandar (AMIN) Muhammad Ramli Rahim berjalan sukses. Semua masyarakat, mulai di kota hingga desa sudah tahu program pasangan capres dan cawapres nomor urut satu tersebut.

Bagimana tidak, ribuan relawan yang telah ditunjuk untuk menjadi Jubir Kampung tidak hentinya terus mengkampanyekan program AMIN yang menawarkan perubahan, keadilan, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seperti dilakukan baru-baru ini oleh Jubir Kampung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (21/1).

Para Jubir Kampung bersama dengan puluhan relawan dari berbagai simpul yang tergabung dalam Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) melakukan touring atau roadshow keliling wilayah menggunakan mobil yang dilengkapi atribut bahkan sound sistem.

Layaknya orang yang melakukan kampanye berjalan, dari dalam mobil Jubir Kampung menyampaikan seluruh program yang ditawarkan AMIN dang langsung bisa didengarkan warga melalui pengeras suara sound sistem yang digunakan.

Salah satu yang disampaikan adalah di sektor pertanian. Bahwa AMIN berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program.

Diantaranya yaitu bantuan pupuk Rp2 juta per hektar (ha) per musim tanam, penggantian gagal panen Rp10 juta per ha, dan pemberian pinjaman bunga rendah kepada petani.

“Karena memang salah satu solusi yang ditawarkan AMIN adalah skema contract farming (pertanian kontrak). AMIN akan menyiapkan regulasi tentang pertanian kontrak agar petani di sentra-sentra pertanian menjadi mitra,” ujar Muhammad Ramli Rahim.

Dengan solusi ini, kata dia, petani dan sentra pertanian akan bermitra dengan BUMN, BUMD, dan swasta dengan regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah. Sehingga nantinya akan menguntungkan semua pihak.

Tak hanya itu, AMIN juga akan mendorong penerapan konsep cooperative farming pada lahan yang sekarang menjadi food estate dan lahan-lahan rusak dan tidak produktif.

Program perluasan areal ini harus dilakukan dengan menerapkan praktik berkelanjutan (sustainable). Dalam jangka pendek, beberapa kebijakan dan program teknis AMIN di sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan.

“Pertama, bantuan pupuk sampai dengan Rp 2 juta per ha untuk satu kali masa tanam bagi petani dengan lahan kurang dari 2 ha. Kedua, dana perlindungan gagal panen hingga Rp10 juta per ha. Ketiga, pinjaman dengan bunga rendah untuk petani,” jelasnya.(*)

LEAVE A REPLY