Beranda Global JK Sebut Tragedi Rohingya Bukan Sekedar Soal Agama

JK Sebut Tragedi Rohingya Bukan Sekedar Soal Agama

507
0
BERBAGI
JK Sebut Tragedi Rohingya Bukan Sekedar Soal Agama
JK Sebut Tragedi Rohingya Bukan Sekedar Soal Agama

OASENEWS.com Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membenturkan Islam dengan Budha terkait kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Sebab, kata JK, konflik di Myanmar bukan sekadar soal agama.

“Masalah Rohingya itu masalah setidaknya empat faktor masalahnya, sejarah, ekonomi, politik, dan agama. Bukan hanya agama. Jadi ini kita harap jangan konflik itu juga terjadi di Indonesia. Karena kita tidak ada masalah dengan Buddha di sini,” kata JK.

Ia pun menyarankan, agama lain bersama masyarakat Buddha, hendaknya mengecam tragedi Rohingya. Dan berharap tak terjadi lagi.

“Kita bersama masyarakat Buddha di sini, membikin pernyataan mengutuk atau apa mendukung, agar tak terjadi seperti itu,” ujar JK.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta khawatir masalah Rohingya merembet menjadi sentimen kebencian antaragama di Indonesia.

Dia meminta para pemimpin, tokoh agama dan juga para ulama untuk memberikan penjelasan secara utuh dan tidak terjebak dengan info yang berseliweran di media sosial yang kadang tidak jelas sumbernya.

“Tidak ada agama apapun yang mengajarkan kekerasan kepada  warga sipil tidak bersenjata, apalagi kepada kalangan perempuan dan anak-anak. Kebrutalan yang menimpa warga Rohingya jelas telah mengarah kepada genosida,” kata Sukamta.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini menyebut konflik etnis menjadi runyam dan semakin brutal karena ditunggangi oleh kepentingan politik dan ekonomi.

Di komunitas apapun selalu ada orang-orang atau kelompok yang berpikir dan bertindak ekstrem, kondisi ini yang sering kali mudah menjadi tunggangan bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik maupun ekonomi.

“Yang salah bukan agamanya, agama pasti mengajar kebaikan. Maka tidak boleh kita membenci agama yang berbeda dengan keyakinan kita. Yang kita benci adalah perilaku yang brutal, yang tidak manusiawi yang dilarang oleh agama,” jelas Sukamta.

 

LEAVE A REPLY