Beranda Daerah Ini Kata Aktivis Muda Soal Transportasi Publik Di Jakarta

Ini Kata Aktivis Muda Soal Transportasi Publik Di Jakarta

243
0
BERBAGI

Seleksi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Periode 2020-2023 sedang berlangsung, Pemprov DKI sedang melaksanakan uji psikotest dan interview kepada seluruh calon anggota Dewan TransportasI Kota Jakarta (DTKJ) terhitung sejak rabu (11/11/2019) sampai kamis (12/11/2019).

Dari sekitar 50 calon anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), salah satu yang berpartisipasi adalah aktivis muda penggiat transportasi publik, yang juga Mantan Presiden Mahasiswa Instititute Transportasi dan Logistik Trisakti, Satria Aji Gumelar, SE, MM.

Alumni Institute Transportasi dan Logistik Trisakti sekaligus Alumni Universitas Negeri Jakarta, yang mengambil studi Manajemen TransportasI Darat ini, melihat bahwa masalah transportasi pubik di Jakarta ini belum efektif dan efisien.

“Problem masih enggannya masyarakat beralih ke transportasi publik adalah karena cost dan waktu yang belum efisien dan efektif.” Kata Aji.

Aji juga mengatakan, karena cost yang besar, masyarakat enggan menggunakan tranportasi publik.

“Keluhan pengguna transportasi publik adalah cost yang dikeluarkan jauh lebih besar, dan waktu tempuh jauh lebih lama, karena transportasi publik kita belum menjangkau door to door service, kalaupun menjangkau harus ditambah dengan ojek online, dan ini yang menambah cost transport kita.” Ujarnya.

Sejak menjadi mahasiswa, Aji aktif mengkapanyekan “Use Public Transport” lewat komunitas Changes Your Self. Dirinya menyatakan jika lolos seleksi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DKJT), maka akan mendorong pembangunan gedung gedung parkir di perbatasan ibu kota dengan kota penyanggah Jakarta lainnya, dengan sistem verifikasi kartu seperti jak lingko, sehingga pengguna transportasi publik juga mendapat fasilitas parkir yang aman, nyaman, serta mungkin bisa gratis karena terhubung dengan kartu pengguna transportasi publik.

“Jika pengguna kendaraan pribadi disediakan tempat penitipan kendaraan yang aman, nyaman dan murah, kemudian dapat melanjutkan perjalanan mengunakan transportasi publik, kemacetan di jantung ibukota akan dapat tekan, dan pengguna transportasi publik akan meningkat”. Ucapnya.

“Pembangunan gedung gedung parkir di stasiun, terminal atupun shelter shelter bus, ini salah satu solusi altenatif yang dapat diterapkan dengan cost dan waktu yang lebih cepat dan murah, selagi kita menunggu pembangunan MRT dan LRT ini tuntas”. Tandasnya.

LEAVE A REPLY