Beranda Headline Gunung Gamalama Kembali (Erupsi) Keluarkan Asap Putih. 

Gunung Gamalama Kembali (Erupsi) Keluarkan Asap Putih. 

59
0
BERBAGI

Foto: Ruslan Zainuddin For OaseNews.com.

Oase.Ternate-Ternate. Gunung Gamalama kembali erupsi dengan mengeluarkan asap setinggi 8-10 meter Puncak Gunung. Kota Ternate Provinsi maluku utara. Jumat, (23/02/24). 

Berdasarkan pantau media, asap tebal yang dikeluarkan dari Gunung Gamalama membumbung tinggi  ke udara, aktivitas peningkatan sejak pagi tadi dengan ketinggian 1715 MDPL. 

Hal ini berdasarkan rekomendasi Himbauan halaman MAGMA Indonesia. “ Tingkat Gunung Api Gamalama level II (Waspada). Masyarakat sekitar Gamalama dan pengunjung/Wisatawan agar tidak beraktifitas di dalam Radius 1.5 K Dari kawan puncak Gunung Gamalama”. 

Sementara pada masyarakat yang menempati daerah  aliran sungai dihimbau agar tetap waspada “pada musim Hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Gamalama agar waspada potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar” kutip melalui sumber MAGMA Indonesia

Erupsi Gamalama pada pagi tadi. persis sama yang diberikan oleh jumlahnya media yang lain. Keterangan. “Gunung Gamalama sejak jumat terekam 3 kali Gempa hembusan, 4 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali Gempa tektonik lokal, dan 5 kali gempa tektonik jauh. Aktivitas hembusan kawah mengakibatkan asap kawah putih tebal dengan ketinggian 100-400 meter, angin lem-kencang  ke arah utara” bersumber dari Media Antara NTT. 

PVMBG menyebutkan pada tanggal 1-22 Februari 2024 terekam 26 kali gempa hembusan, 2 kali gempa Harmonik, 1 kali gempa tornillo, 1 kali gempa vulkanik dalam, 57 kali gempa tektonik lokal, 181 kali gempa tektonik jauh dan 2 kali gempa getaran. 

Aktivitas hembusan kawah teramati dari kejauhan hembusan asap kawah putih tipis hingga sedang dengan tinggi 10-100% meter. Angin lemah kencang ke arah utara, Timur laut, Timur tenggara selatan, Barat daya, sampai Barat. 

Menurut Hendra, potensi bahaya yang memungkinkan besar terjadi adalah erupsi freatik dengan ancaman bahaya berupa lontaran material dari kawah utama melanda wilayah dengan jarak dan intensitas tergantung dari arah dan kecepatan angin”.tutup.

Editor :Haerun

Repo

LEAVE A REPLY