Beranda Headline Donasi Tahap Pertama dari Masyarakat Maluku Utara untuk Palestina 1 juta liter...

Donasi Tahap Pertama dari Masyarakat Maluku Utara untuk Palestina 1 juta liter Air Bersih dan Makanan

712
0
BERBAGI

Oase,Ternate–Donasi Masyarakat Maluku Utara yang terhimpun dalam Aksi 312 Bela Palestina di Ternate sebesar 1,4 Milyar tahap pertama sudah dikirim. Kamis, (7/12/23)

Pengiriman tahap pertama ini sebesar 250 juta untuk kepentingan penyediaan 1 juta Air Bersih dan makanan untuk penduduk Gaza Palestina. Pengiriman Donasi sendiri melalui Bang Onim karena relawan Bang Onim dan NPC sudah siap menyalurkan bantuan Masyarakat Maluku Utara di Gaza.”Tutur Hasby Yusuf koordinator Aksi melalui via whatshap saat dikonfirmasi

“Pengiriman bertahap ini adalah hasil pembicaraan kami dengan Bang Onim karena kondisi Gaza yang makin terisolasi oleh kebijakan apartheid rezim zionis Israel”.

Selain itu relawan di Gaza yang akan menyalurkan bantuan kepada rakyat Gaza juga terbatas akibat pemboman yang makin brutal.

Kebrutalan zionis Israel membuat Gaza sebagai ladang pembantaian manusia. Pemembantaian atas penduduk gaza tak sekedar melalui bom tetapi juga membatasi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza, termasuk daerah Rafah pintu masuk bantuan ke Gaza dari Mesir juga di bom oleh zionis Israel.”Ungkap Habsy

Human Rights Monitor melaporkan bahwa Israel telah memperluas larangan terhadap bantuan kemanusiaan untuk memasuki 65% wilayah di Jalur Gaza.

Kata Hasby Yusuf Jalur wilayah pusat Jalur Gaza telah diputus dengan dari wilayah selatan Jalur Gaza selama 48 jam terakhir dengan memberlakukan pembatasan pergerakan dan membatasi pasokan bantuan kemanusiaan, seperti makanan dan air minum.

“Bantuan kemanusiaan hanya masuk sampai ke Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, sementara distribusi ke Khan Younis terhambat karena adanya serangan masif Israel”.

Israel sedang menggunakan kelaparan sebagai senjata (hunger as weapon). Selain menghalangi masuknya bahan pangan, Israel juga telah mengebom dan menghancurkan toko roti, pabrik, toko kelontong, dan tangki air.

Kelaparan sebagai senjata ini dilakukan simultan dengan pengeboman yang membuat sangat banyak orang (termasuk anak-anak) gugur atau terluka.”Tutup Hasby Yusuf Koordinator Aksi Bela Palestina

LEAVE A REPLY