Beranda Edukasi Cikini Klasika 2019 : Pensinya Anak-Anak Percik

Cikini Klasika 2019 : Pensinya Anak-Anak Percik

4018
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Minggu 27 Oktober 2019 menjadi momentum istimewa bagi Sekolah Perguruan “Cikini” (Percik). Para siswa sekolah yang sangat kreatif mengembangkan pendidikan seni dan kreativitas tersebut malam itu menggelar agenda rutin mereka, Konser Musik Cikini Klasika 2019. Tak kurang dari 300 an pendukung pentas mendukung acara ini sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. Tampil dengan penuh percaya diri 120 siswa kelas 1 (satu) dan 2 (dua) SD membawakan beberapa lagu anak-anak Berlabuh, Anak Gembala, Bintang Timur dan juga Belajar Bernyanyi. Serempak dengan irama musik yang dibawakan para anggta orkes pemula, menghadirkan gemuruh tepuk tangan dari sekitar 700 penonton yang hadir menyaksikan pertunjukan bermutu ini.

Tak kalah menariknya penampilan Percik Junior Choir yang beranggotakan para siswa SMP Perguruan “Cikini” dengan membawakan Negeri Kita, Opio dan juga sebuah karya Beatles Girl. Anak-anak remaja ini begitu antusias manakala mendengar musik orkes yang sebelumnya telah membawakan karya Country Dance (Beethoven), Pachelbel Canon dan juga I dont Know How to Love Him yang merupakan karya Andrew Lloyd Webber.

Setelah menhadirkan ensemble gitar dan juga Tjikini Choir (Paduan Suara Orangtua siswa dan guru), pada partai terakhir tampil Orkes Simfoni yang membuka pertunjukan dengan Simfoni 99 karya Haydn, dilanjutkan dengan Serenade karya Toselli, juga lagu Indah Alam Negeriku, karya Waluyo Hadi dan Sahabat Kecil yang malam itu dibawakan oleh Betrand Peto, artis yang juga siswa SMP Perguruan “Cikini”. Lantunan Irama Desa, On My Own dan juga Wind Ensemble Percik dengan lagu Dayuang Palinggam sangat layak untuk mendapatkan apresiasi bersama pada malam hari itu, terlebih SMM Choir (Paduan Suara SMK Musik Perguruan “Cikini”) tampil menawan dengan Jempol Sikil, Tukang Becak dan Indonesia Bersatulah yang turut dibawakan oleh seluruh audience yang hadir. Rangkaian konser ditutup dengan kolaborasi yang menawan antara Orkes Simfoni dengan Karawitan SMK Percik yang terlebih dahulu membawakan “nguyu-uyu” sebelum konser dimulai. Mereka membawakan Gugur Gunung Karya Ki Narto Sabdo dengan menyertakan seluruh pendukung pentas bernyanyi bersama-sama audience yang hadir.

Luar biasa, itulah kesan yang muncul setelah menyaksikan pergelaran yang dibawakan oleh sebuah sekolah yang begitu serius dalam melakukan pembinaan seni, khususnya musik. Rupanya ini memang “Pensi” (Pentas Seni) gaya Percik. Berbeda dengan sekolah lain yang mengadakan pensi dengan memanggil artis Ibukota, Percik menyelenggarakan Pensi dengan menampilkan kekuatan intern sekolah, demikian Hari Poerwanto, Music Director yang juga Conductor Cikini Klasika 2019.

LEAVE A REPLY