Beranda Edukasi Buka Puasa Bersama dan Halal Bi Halal Online SMP PERGURUAN CIKINI di...

Buka Puasa Bersama dan Halal Bi Halal Online SMP PERGURUAN CIKINI di masa Pandemi

4768
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Dapat dikatakan era pandemik Covid-19 ini identik dengan dekade serba online. Nampaknya begitu, pasalnya hingga saat ini belum ada alternatif yang lebih baik dan efektif dalam menjalin komunikasi yang akrab tanpa harus bertatap muka, selain dari media online. Hampir seluruh kegiatan yang memerlukan kehadiran banyak orang dilakukan dengan sarana media yang banyak sekali digunakan dalam waktu 2 bulan terakhir ini, mulai dari rapat, seminar, kegiatan belajar mengajar, kegiatan perkuliahan, pelaporan sampai dengan rapat keluarga.

Barangkali hal ini masih terasa unik karena habit ini baru saja berlangsung 2 (dua) bulan, setelah bertahun-tahun sebelumnya hal serupa dilakukan melalui tatap muka, di mana ekspresi satu dengan yang lain tidak terkendala oleh faktor teknis maupun psikologis. Di sisi lain hal ini merangang munculnya kreatifitas baru dalam menyelenggarakan acara. Seperti halnya yang dilakukan oleh Para Siswa SMP Perguruan “Cikini” (Percik) yang mengadakan Buka Bersama (Bukber) online sekaligus halal bihalal menyambut Idul Fitri pada Kamis, 22 Mei 2020. Seperti biasanya para siswa sudah siap di hadapan layar komputer ataupun handphone masing-masing, acara dimulai tepat pukul 16.00. bertindak selaku host adalah Rasya Albani selaku Wakil Ketua Osis.

Rangkaian acara dibuka dengan Pembacaan ayat suci Al Quran dan sari tilawahnya, surat Al-Isra’ ayat 23 oleh Azka Musyaffa dan Freya, dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SMP Percik, Bapak Drs Susiyanto yang menyampaikan bahwa Pembelajaran melalui Online menjadi tantangan yang harus dilalui dengan upaya yang optimal oleh para siswa maupun para guru, serta bersama-sama mendoakan Indonesia dan Dunia agar pandemic Covid-19 ini cepat berakhir. Acara selanjutnya adalah penyampaian sepenggal hikmah ramadhan oleh Pak Arip, selaku gurung bidang studi Agama dengan materi “Berbakti Kepada Kedua Orang Tua”, sekaligus memimpin doa sebelum santap buka bersama. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama di kediaman masing-masing, seraya menunjukkan menu masing-masing sebelum bersantap bersama. Ada beberapa hikmah dalam acara ini. Selain dari kesakralan acara itu sendiri, terasa para siswa juga bisa sejenak melepas rasa rindu setelah dua bulan tidak saling bertemu muka. Tentu saja acara ini juga sedikit mengurangi rasa jenuh, karena libur kali ini bukanlah libur yang mengasyikkan sebagaimana liburan sebelumnya. Para siswa diminta berdiam diri di rumah sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini dilakukan semata demi keamanan dan keselamatan bersama.

Program Buka Bersama dan halal Bihalal merupakan acara rutin tahunan manakala memasuki Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Namun kali ini kami harus beradaptasi dengan kondisi yang mengharuskan semua orang melakukan Physical distancing, sehingga acara dilakukan secara online. Meskipun begitu, dengan menggunakan metode online ini, tidak mengurangi makna dari bukber itu sendiri. Tetap dalam suasana yang khusyu, apalagi situasi puasa kali ini menuntut kita lebih mendekat kepadaNya seraya memohon agar wabah covid 19 segera lenyap dari bumi Indonesia tercinta, demikian papar Susiyanto, Kepala SMP Percik.

Meski Percik bukanlah sekolah yang beraviliasi pada agama tertentu, namun pembelajaran agama di sekolah ini mendapatkan porsi yang lebih. Untuk agama Islam misalnya, para siswa sejak duduk di bangku SD sudah diajarkan program Iqro, sehingga ketika lulus SD mereka sudah fasih dalam membaca Al Qur’an. Untuk tingkat SMP, pembelajaran agama bukan saja diberikan dalam bentuk pengetahuan akan tetapi dengan diperkuat dengan praktek-praktek seperti pembiasaan Tadarus dan Sholst Dhuha, pelaksanaan Idul Fitri, Pelaksanaan Idul Adha yang diikuti oleh seluruh jenjang pendidikan di Percik, juga melakukan amal sholeh, antara lain dengan mengunjungi panti-panti asuhan, termasuk di dalamnya mengumpulkan sumbangan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

LEAVE A REPLY