Beranda Edukasi Bela Negara Perguruan “Cikini”: Menjadi Pilot Project Dirjen Pembinaan Potensi Pertahanan Kementerian...

Bela Negara Perguruan “Cikini”: Menjadi Pilot Project Dirjen Pembinaan Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI

3707
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Seringkali terjadi persepsi yang kurang pas manakala kita berpikir tentang Bela Negara. Sementara kalangan masyarakat berpandangan bahwa Bela Negara itu identik dengan “perang” terhadap musuh, angkat senjata, lempar granat dan sejenisnya. Bahwa perang identik dengan melawan musuh adalah iya benar, namun di masa kini musuh bukanlah semata-mata pihak yang ingin mengganggu kedaulatan dengan cara angkat senjata atau ledakkan bom, itu yang perlu diluruskan. Musuh adalah siapa saja yang berminat menghancurkan negara dengan berbagai cara, seperti halnya dengan merusak generasi muda melalui penyebaran pornografi, peredaran narkoba, kelompok-kelompok radikal dengan pemahaman ideologi yang berbeda serta upaya-upaya lainnya. Termasuk dalam Bela Negara adalah bagaimana memerangi atau setidaknya menyelamatkan diri dan keluarga serta masyarakat dari penyebaran wabah covid 19 yang kini merebak luas.

Akan halnya peperangan itu sendiri yang dimaksudkan untuk menaklukkan atau menghancurkan bangsa lain, bukan lagi sekadar menggunakan bom atom dan sejenisnya. Kini misi tersebut lebih banyak dilakukan dengan menggunakan cara yang cerdas dan strategis seperti penguasaan ekonomi, perang harga, membuat ketergantungan pengadaan produk, embargo dan sejenisnya, dan juga berbagai strategi proxy war. Dalam konteks ini penguasaan teknologi menjadi peran penting dalam menjalankan perang dengan cara-cara di atas. Maka siapa menguasai teknologi, dialah yang akan menguasai masa depan.

Yayasan Perguruan “Cikini” (Percik) menyadari benar perlunya pemahaman Bela Negara bagi para siswa, para generasi penerus yang kelak akan menjadi menentukan maju mundurnya bangsa ini. Pada Kamis, 27 Agustus lalu Percik yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Susiyanto, didampingi Wakil Direktur Hari Poerwanto serta Koordinator Bela Negara Percik Nabila Dwi Agustin bertemu dengan Direktur Bela Negara Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Jubei Levianto, S.Sos, MM, didampingi Kolonel Kavaleri Tjetjep Darmawan selaku Kasubag Lingkungan Pekerjaan Dit Bela Negara serta Kolonel Sus Drs. Dendi Tuwidanterse, SH, M.Sc selaku Kepala Bidang Rencana Pendidikan dan Latihan Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kementerian Pertahanan. Susiyanto menyatakan bahwa melihat kondisi saat ini, dengan berbagai perkembangan kondisi dan situasi, khususnya terhadap adanya gangguan terhadap generasi muda seperti peredaran narkoba, pemahaman radikal dan juga kasus pornografi sebagaimana tersebut di atas, para generasi muda harus mendapatkan pendalaman yang memadai terkait pemahaman Bela Negara. Tujuannya agar mereka tidak terpapar atau terjerumus oleh sikap, perilaku maupun paham ideologi yang membahayakan negara. Karenanya Percik bermaksud membentuk Korps Bela Negara Pelajar Perguruan “Cikini”. Korps ini beranggotakan 100 (seratus) orang terdiri atas pelajar SMP, SMA dan SMK Percik. Untuk kedepan tidak menutup kemungkinan siswa TK dan SD pun akan terlibat dalam kegiatan ini, tentu dengan pendekatan yang berbeda.

Bak gayung bersambut Jubei Levianto selaku Direktur Bela Negara Pothan menyambut gembira atas gagasan mulia ini. Bahkan Bela Negara Percik akan menjadi Pilot Project bagi pembinaan atau pembentukan Bela Negara serupa di sekolah-sekolah lain. Kami akan memfasilitasi dengan apa yang dapat kami lakukan. Pembinaan kepada para generasi muda terkait bela negara merupakan hal yang harus dikawal dengan baik, agar ideologi Pancasila dan Pemahaman Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar teresap dan terserap dalam jiwa serta nurani para anak-anak bangsa, terkhusus para pelajar dan juga mahasiswa, demikian Jubei Levianto. Sementara Tjetjep Darmawan, Kasubag Lingkungan Pekerjaan Bela Negara menyampaikan jenjang serta karakter Bela Negara untuk tingkat pendidikan sesuai usia. Untuk TK adalah Kader Muda Bela Negara, untuk SD adalah Kader Tingkat Pertama, Untuk SMP Kader Remaja dan untuk SMA adalah Kader Madya. Saat ini Kurikulum serta materi untuk TK dan SD masih dalam penyempurnaan, termasuk pendekatan yang digunakan dalam menanamkan pemahaman Bela Negara. Sedang  Kolonel Sus Drs. Dendi Tuwidanterse, SH, M.Si selaku Kepala Bidang Rencana Pendidikan dan Latihan Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemenham menyampaikan bahwa rencana ini harus ditindak lanjuti. Pada prinsipnya Badiklat Kemenham bersedia mengakomodir kegiatan ini dengan penyediaan fasilitas seperti Pusat Pendidikan dan Latihan sebagai sarana Pelatihan Bela Negara untuk Anggota Korps Bela Negara Pelajar Perguruan “Cikini”. Untuk itu Dendi meminta agar pertemuan ini segera ditindak lanjuti dengan penandatangan PKS (Perjanjian Kerjasama) meliputi yang akan membahas hal-hal teknis menyangkut Pelatihan Bela Negara dimaksud seperti penggunaan sarana, penugasan widya iswara serta hal-hal lain yang relevan. Kami akan memfasilitasi agar program ini berjalan dengan baik karena ini merupaakan salah satu misi pokok dalam hal pertahanan negara, demikian paparnya.

Akan halnya Program Bela Negara itu sendiri akan menguatkan Percik sebagai sekolah kebangsaan yang menanamkan pentingnya Wawasan Kebangsaan serta Wawasan Nusantara dan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai gangguan, di samping program-program akademik serta program lain yang menampilkan keunggulan komparatif.

LEAVE A REPLY