Beranda Edukasi Begini Cara SMK Perguruan Cikini Tingkatkan Skill Sinematografi dan Video Editing di...

Begini Cara SMK Perguruan Cikini Tingkatkan Skill Sinematografi dan Video Editing di Masa Pandemi

54
0
BERBAGI

OASENEWS.com – Selama pandemi Covid-19 banyak perubahan yang telah terjadi, banyak kebiasaan yang harus terhenti, dan berubah. Termasuk yang paling terlihat adalah adanya kegiatan WFH (Work From Home) atau School From Home yang mau tidak mau harus dijalani. Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi setiap aspek dalam kehidupan termasuk sistem pendidikan. Perubahan metode belajar mengajar dari online menjadi daring benar-benar menimbulkan banyak penyesuaian. Baik bagi murid maupun para guru pengajar.

Yang tadinya seluruh siswa dan pengajar sudah merasa nyaman dengan proses belajar mengajar secara  tatap muka, kini proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet, serta teknologi informasi dan komunikasi. Tentu hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Ada banyak masalah dan kesulitan yang harus diselesaikan sambil berjalan karena kurangnya persiapan yang matang. Namun nyatanya, sampai saat ini kita telah mampu menjalani metode baru tersebut yang sebelumnya belum pernah terbayangkan.

SMK Musik Perguruan Cikini merupakan sekolah yang mencoba mengubah kepelikan dari pandemi Covid-19 ini dengan memanfaatkan kemampuan generasi Z yang cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Di SMK musik Perguruan Cikini para siswa diajarkan skill Videography dan Video Editing selama masa Pandemi. Selain untuk menambah skill para siswa, hal ini juga sangat bagus dalam menunjang kelangsungan pembelajaran, penugasan dan ujian yang dilakukan serba online.

Salah satunya adalah dalam membuat video Mayor (Instrumen Spesialisasi), siswa harus mencantumkan informasi dari karya yang dimainkan. Mencantumkan partitur dari karya yang dimainkan agar memudahkan guru dalam menilai permainan musik siswa.

Selain video permainan musik, siswa juga mampu membuat video presentasi dengan sangat baik, dengan menggunakan aplikasi seperti zoom atau google meet, bahkan dengan keterbatasan gadget yang dimiliki siswa tetap mampu berkarya, melalui smartphone siswa sudah bisa melakukan editing yang sekelas dengan laptop, yaitu dengan menggunakan aplikasi VN.

Hal ini mungkin belum pernah terpikirkan untuk dilakukan secara serius sebelumnya. Namun terbukti bahwa dengan keterbatasan keadaan yang mengharuskan pertemuan secara online, membuat inovasi baru seperti ini terealisasi dengan baik. Upaya pengembangan skill ini ditujukan agar setiap keterbatasan yang dihadapi sekarang bisa dengan perlahan kita lalui.

Selain karena ide tanggap dari para pengajar, kehebatan siswa-siswi dalam beradaptasi juga sangat perlu untuk diapresiasi. Tentunya kondisi pandemi ini sangat sulit untuk mereka lalui. Mereka harus dengan cepat menyesuaikan diri dan tetap menjalani pembelajaran seperti semula dengan cara yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Namun dari hasil yang mereka kerjakan, dapat disimpulkan bahwa mereka mampu menyesuaikan dengan segala keterbatasan akibat pandemi yang terjadi. Meski masih ada beberapa masalah atau kendala yang mungkin saja terjadi terkait komunikasi, namun hal ini sudah cukup baik dan terkendali.

Diharapkan semangat belajar dan inovasi dalam pembelajaran seperti ini tidak hanya terjadi ketika pandemi namun juga terus diasah bahkan ketika keadaan sudah mulai normal kembali. Saat ini yang menjadi fokus utama adalah bagaimana para murid bisa mendapatkan suasana belajar yang nyaman dan efektif meski dengan keterbatasan yang ada

Jika masalah teknis sudah tidak lagi menjadi kendala bagi guru maupun siswa untuk bisa menyajikan pembelajaran maupun tugas dengan baik, maka Sekolah Daring diharapkan akan menjadi sama efektifnya dengan pembelajaran secara online

 

LEAVE A REPLY