Beranda Headline Bahaya Geotermal, HMI Komisariat Ekonomi Gelar Diskusi dan Nobar Film Barang Panas

Bahaya Geotermal, HMI Komisariat Ekonomi Gelar Diskusi dan Nobar Film Barang Panas

382
0
BERBAGI
Foto : Narasumber saat diskusi film Barang Panas, Jumat, 22/12/23, (Doc. Sukriyanto Safar)

Oase,Ternate–Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi menggelar nontong bareng (nobar) dan diskusi pada juma’at, 22/12/2023 di Taman Mohammad Hatta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Nobar dengan film barang panas dan diskusi ini, sebagai langkah meberikan satu cermin kepada seluruh mahasiswa untuk mengetahui dampak dari geotermal

Baslan Aliasin, Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi mengatakan bahwa solusi energi baru terbarukan dari pemerintah ialah solusi palsu

“Karena solusi energi terbarukan dengan geotermal menghabiskan air sungai dan danau. Disamping itu, penyuntikan air potensial memicu gempa kecil yang membuka celah batuan untuk menyemburkan gas berbahaya”terangnya pada awak media 22/12/2023.

Ia menambahkan, bahwa geotermal menambah panas bumi yang akan mengancam manusia,

“Geotermal mengahasilkan panas, panas bumi lebih bnyak menghasilkan listrik, ketimbang angin dan matahari. Tapi panas bumi juga akan membuat kutub utara dan selatan mencair sehingga permukaan air akan naik dan terjadi abrasi” katanya.

Semantara itu rudi pravda, membenarkan bahwa geotermal sangat berbahaya.

“Kita bisa lihat dalam film yang di tunjukan, ada penolakan dari warga.bagimana mungkin tidak berbahaya terus warga menolaknya?”.ungkapnya

Kata ia, kita tidak sekedar melihat bahanya tetapi bisa dilihat dari solusi yang ditawarkan dalam film “Karena geotermal tidak hanya soal kebutuhan listrik di rumah juga kebutuhan ekonomi warga dan membagi-bagi listrik untuk rakyat di setiap daerah”. Tegasnya.

Ia menambahkan,bahwa tidak hanya itu namun ketika sistem produksi geotermal yang kapitalistik, maka akan berbahaya bagi warga.

“Secara radikal yang harus dilihat adalah pengontrolan geotermal sehingga kebutuhan rakyat bisa terjamin,karena selama produksi kapitalis tetap ada maka kesejaterhan tidak akan ada” katanya

Reporter : Sukriyanto Safar

Editor : Ajim Umar

LEAVE A REPLY