Beranda Headline Aspaku Malut Tolak Daging Impor Dan Tidak membayar Distribusi

Aspaku Malut Tolak Daging Impor Dan Tidak membayar Distribusi

69
0
BERBAGI

Foto: Ketua Asosiasi Pengusahan Sapi dan Kerbau (APSAKU) Provinsi Maluku Utara Usman Mailudu.

Oase, Ternate- Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas), khususnya daging sapi dan kerbau potong hingga kini masih dikategorikan stabil. Namun diperkirakan harga akan meroket sepekan menjelang lebaran 1445 Hijriah/2024.

Ketua Asosiasi Pengusahan Sapi dan Kerbau (APSAKU) Provinsi Maluku Utara Usman Mailudu mengatakan Pemerintah harus membatasi impor daging sapi dan kerbau potong untuk mengantisipasi kelesuan perdagangan di tingkat peternak dan industri di Maluku Utara. Harga daging impor yang jauh lebih murah dibandingkan dengan produk lokal menyebabkan jenis ini mendominasi komsumsi masyarakat.

Lebih lanjut Usman, mengatakan sangat tegas menolak masuknya daging sapi dan kerbau impor ke Maluku Utara karena dapat merugikan para peternak sapi dan petani setempat.

Bukan persoalan daging impor saja, tetapi persoalan pembayaran distribusi pemotongan sapi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, dan pembayaran distrubis tempat jualan yang melekat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang kini tanda tanya.

Sambung Wakil Ketua Asosiasi Pengusahan Sapi dan Kerbau (APSAKU) Provinsi Maluku Utara Arman Rajak sekaligus Ketua Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara mengatakan bahwa Peternak dan Pedagang adalah bagian dari kaum Buruh, maka dari itu kami mendorong adanya sinergitas seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkrit dan komprehensif untuk mengatasi persoalan ini.

Sektor peternakan dan pedagang memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Sehingga sektor tersebut perlu meningkatkan produktivitas komoditas peternakan dan pedagang melalui penerapan teknologi yang lebih maju. Tutup.

Editor: Un

Publisher: Gun

LEAVE A REPLY