Beranda Global Abdul Hadi WM: Waspadai Upaya Menutup-nutupi Perang Agama dan Kebencian Terhadap Islam...

Abdul Hadi WM: Waspadai Upaya Menutup-nutupi Perang Agama dan Kebencian Terhadap Islam di Myanmar

762
0
BERBAGI
Abdul Hadi WM: Waspadai Upaya Menutup-nutupi Perang Agama dan Kebencian Terhadap Islam di Myanmar
Abdul Hadi WM: Waspadai Upaya Menutup-nutupi Perang Agama dan Kebencian Terhadap Islam di Myanmar

OASENEWS.com – Guru Besar Universitas Paramadina, Abdul Hadi WM mengatakan ada sekelompok orang di Indonesia yang berusaha mengecilkan tragedi Rohingya di Myanmar. Tetapi di saat yang sama, katanya, mereka justru selalu membesar-besarkan tragedi yang menimpa warga non Muslim lainnya sebagai kekerasan atau kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. 

Hal itu, oleh Abdul Hadi, disebut sebagai sifat munafik. “Selama ini saya sudah banyak ’nguping’ dan menjadi tahu bila  cukup banyak orang anti Islam di Indonesia yang mensyukuri tragedi yang dialami Muslim Rohingya. Mereka takut-takut menyebut Muslim dan menggantinya dengan kata ‘etnis’. Dalam hati mereka bersorak sorai atas malapetaka yang dialami Muslim Rohingya. Alasannya karena yang terkena malapetaka itu Muslim,’’ kata Abdul Hadi pada Jumat (8/9/2017).

Abdul Hadi mengatakan semenjak hari ini hingga bertahun-tahun lalu dirinya sudah banyak berjumpa dengan tokoh-tokoh dari Filipina, Jepang, Malaysia, Thailand, Belanda, Indonesia, Jerman, Amerika, Korea Selatan dan lain-lain, yang bersikap seperti itu.

“Saya pernah berdebat dengan tokoh cendkiawan Chandra Muzafar di Malaysia tentang perlakuan tidak adil terhadap minoritas Muslim Pattani dan Filipina. Mereka bicara sayup-sayup saja. Tetapi manakala bicara soal Timor Timur, wah gegap gempita mereka ngomongnya. Itu tahun 1990-an. Nah, untuk Rohingnya saya belum dengar apa kata mereka,’’ kata Abdul Hadi.

Ia juga menuntut Muslim Indonesia untuk semakin waspada dan kian jeli melihat perkembangan situasi. Salah satunya adalah mewaspadai penyelesaian konflik Rohingnya dengan berkedok pada pecitraan toleransi dan langkah bijak bestari.

“Jangan mudah kepincut kata-kata toleransi. Di dalam kata toleransi boleh jadi tersembunyi intoleransi,’’ ujarnya,

‘’Maka waspadailah setiap upaya untuk menutup-nutupi bahwa di sana (Myanmar) ada perang agama dan kebencian terhadap Islam yang sudah merasuki jiwa mereka secara mendalam. Waspadai penyelesaian pura-pura berkedok toleransi dan langkah bijak bestari. Jangan pakai kata’toleransi” digunakan untuk menakut-nakuti orang Islam. Mereka lupa siapa yang membunuh Muslim Madura di Kalimantan. Dan siapa yang mulai membantai dan membakar mesjid dalam Konflik Ambon,’’ tegasnya.

LEAVE A REPLY