Beranda Edukasi 78 Tahun Yayasan Perguruan “Cikini” : Turut Serta Membangun Negeri

78 Tahun Yayasan Perguruan “Cikini” : Turut Serta Membangun Negeri

4233
0
BERBAGI
Kampus Cikini Raya Unit TK SD dan SMP Percik
Kampus Cikini Raya Unit TK SD dan SMP Percik

OASENEWS.com – Seberapa banyak institusi pendidikan di Indonesia yang mengawali kiprah dan sepak terjangnya sejak negeri ini belum merdeka? Mungkin bisa dihitung dengan jari, terlebih yang hingga kini masih berdiri eksis. Yayasan Perguruan “Cikini” adalah salah satunya. Sekolah yang berkantor pusat di wilayah Cikini itu memulai perjuangan sejak 1942, di saat Indonesia berada dalam penjajahan Jepang. Perlu strategi khusus kala itu, karena Pemerintah Jepang tidak memberikan ijin untuk pendirian institusi pendidikan yang akan membuat anak-anak Indonesia berpikir maju. Maka tahap awal perjuangan dalam pendidikan dimulai dengan mendirikan Kursus Bahasa Indonesia, dengan nama Mayumi, berlambangkan gendewa yang siap merentangan anak panah terbang mengangkasa dalam mencapai cita-cita yang tinggi.

Kampus Plumpang.. SMK Percik berdiri di atas lahan hijau seluas 2.5 Hektare

Seiring perkembangan waktu dan situasi, terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia telah mengubah perjalanan hidup bangsa, pun Mayumi sebagai salah satu elemen bangsa melanjutkan perjuangan dengan mengubah status institusi menjadi sekolah formal tingkat Sekolah Rakyat (SR), kini Sekolah Dasar (SD). Lambang Gendewa merentang anak panah sebagai filosofi dari guru/ pamong yang siap melepas para siswa untuk menggapai cita yang setinggi-tingginya dipergunakan oleh sekolah tersebut hingga kini.

Kampus Durentiga, Berdiri di atas lahan seluas 1.8 Hektare para siswa SMA dan SMK Musik belajar dengan tekun

Keberadaan sekolah yang identik dengan masa-masa kemerdekaan, di mana saat itu hanya ada beberapa institusi pendidikan formal saja, menjadikan sekolah ini memiliki icon sebagai sekolah perjuangan dengan karakter wawasan kebangsaan. Terlebih sekolah ini menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh warga, tidak memandang suku, agama, ras dan juga status sosial, juga diperkuat oleh anak-anak pejuang yang mengenyam pendidikan sekolah yang berlokasi di Jalan Cikini Raya ini, tidak terkecuali putra putri dari Presiden RI pertama dan kedua (Soekarno dan Suharto). Karakter  nasionalis serta penanaman rasa cinta tanah air menjadi salah satu menu utama, selain dari pengembangan akademis, wawasan maupun ilmu budaya dan seni. Konsistensi atas sikap tersebut ditunjukkan dengan adanya pendidikan bela negara bagi seluruh siswa. Sekolah ini juga membentuk Korps Bela Negara sebagai bentuk penguatan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada seluruh warga sekolah. Selain itu Percik juga melakukan pembinaan soft skill kepada para siswa sebagai muatan khusus. Muatan soft skill meliputi pendalaman berbagai sikap hidup sehari-hari seperti halnya kejujuran, kepribadian, kepemimpinan, paradigma pemenang, kerjasama, saling menghargai, saling membantu satu dengan yang lain dan sebagainya.  Pada dasarnya pembinaan soft skill identic dengan character building yang bertujuan membentuk kepribadian yang tangguh.

Kampus Srengseng Sawah. Unit SMK 3 dan SMA 2 berdiri di atas lahan seluas 11 Hektare bersama Kampus ISTN

Dalam mengemban misinya, Percik senantiasa mengalami pasang surut dari waktu ke waktu, hal mana berbagai tantangan senantiasa menyertai perjalanan kehidupan, mulai dari persaingan antar sekolah swasta dengan keunggulan kualitas maupun konsep pendidikan masing-masing sampai dengan menghadapi kebijakan yang acap kali kurang berpihak. Memasuki tahun ke 78 (Tujuh Puluh Delapan) ini Yayasan Perguruan “Cikini” terus mengembangkan eksistensi dalam bidang pendidikan. Kini Percik mengelola 9 (Sembilan) unit pendidikan formal, yaitu TK, SD, SMP, SMA 1, SMA 2, SMK 1, SMK 2 (Musik) dan SMK 3 serta Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). Berbagai institusi tersebut berada di 4 (empat) lokasi yang berbeda yaitu Cikini, Plumpang, Durentiga serta Srengseng Sawah. Kini lebih dari 3.250 siswa bergabung dalam berbagai unit Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu TK – SD – SMP – SMA1 – SMA2 – SMK1 – SMK2 dan SMK3. Percik juga terus mengembangkan konsep-konsep maupun pengembangan unit dengan tujuan mengakomodir masyarakat yang berminat mengikuti pendidikan di sekolah ini.

LEAVE A REPLY