Beranda Edukasi 5 R : Budaya Kerja – Kerja yang Berbudaya

5 R : Budaya Kerja – Kerja yang Berbudaya

143
0
BERBAGI
5 R : Budaya Kerja – Kerja yang Berbudaya
5 R : Budaya Kerja – Kerja yang Berbudaya

OASENEWS.com – 5 R (Ringkas – Resik – Rapih – Rawat – Rajin) merupakan kebiasaan (habit) kerja yang banyak diterapkan pada berbagai institusi maupun perusahaan. Sepintas budaya ini kurang terkait dengan kualitas pekerjaan secara langsung namun pada dasarnya tidaklah demikian. Pertama, kebiasaan melakukan 5 R akan mempercepat proses pekerjaan karena keteraturan proses penempatan maupun penggunaan barang-barang untuk kebutuhan kerja sehari-hari. Kedua, budaya 5 R akan membiasakan sikap disiplin dan tertib dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Hal ini disebabkan 5 R mengatur secara detail terkait bagaimana mengatur, menggunakan serta menempatkan alat-alat kerja sehari-hari. Ketiga budaya 5 R juga membiasakan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman.

Dalam rangkaian kerjasama dengan HumanPlus, Yayasan Perguruan “Cikini” (Percik) secara khusus mengadakan pelatihan 5 R yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan unit Direktorat Dikdasmen YPC, yaitu TK, SD, SMP, SMA 1, SMA 2, SMK 1, SMK 2, SMK 3 Percik. Pelatihan diberikan oleh Yohanes Budi Purwanto selaku Manager Project HumanPlus Institute, perusahaan konsultan dan pendampingan yang banyak bekerjasama dengan berbagai institusi di tanah air. Pelatihan berlangsung sejak tanggal 4 Juni sampai dengan 22 Juni 2021 bertempat di unit masing-masing. Untuk tahap pertama, langkah yang dilakukan adalah tahap 1 yaitu Ringkas. Penerapan langkah Ringkas dilakukan dengan pola yang sederhana yaitu : tempatkan barang-barang yang sehari-hari digunakan dalam pekerjaan ke area yang terdekat, tempatkan barang-barang yang digunakan sebagai persediaan ke area persediaan barang, tempatkan barang-barang yang disortir ke area tempat penampungan sementara dalam waktu tidak lebih dari 1 (satu) bulan dan barang-barang yang sudah tidak digunakan segera dibuang. Tentu ada pengecualian, yaitu file-file atau barang-barang arsip harus tetap tersimpan rapih dan baik. Arsip laporan keuangan masih harus disimpan rapih meski usianya sudah lebih dari 10 (sepuluh) tahun, untuk sewaktu-waktu diperlukan dalam pemeriksaan.

5 R sendiri diadopsi dari 5 S, Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke, budaya kerja yang berlaku di Jepang. Training 5 R ini tidak saja dilaksanakan dalam bentuk tatap muka, akan tetapi juga langsung diikuti dengan praktek lapangan. Untuk tahap pertama, seluruh peserta diminta menerapkan kebijakan Ringkas dalam area kerja masing-masing, sebagaimana tersebut di atas. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan Resik, Rapih, Rawat dan Rajin secara berkala.

LEAVE A REPLY